Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diprediksi Jauh Hari, Manuver Politik Jokowi Akhirnya Malah Buktikan Hasil Penelitian Hasto PDIP

Diprediksi Jauh Hari, Manuver Politik Jokowi Akhirnya Malah Buktikan Hasil Penelitian Hasto PDIP Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak kaget dengan berbagai manuver politik, termasuk yang terbaru dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut pihaknya, berbagai gerak termasuk simbol yang muncul dalam prosesi gelar adat baru-baru ini semakin menguatkan hasil penelitian yang pernah disusun Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Guntur Romli mengatakan tindakan menginjak kepala kerbau dinilai sejalan dengan kesimpulan dalam disertasi mengenai karakter kepemimpinan dari Jokowi.

Baca Juga: Kakak Yuvita Tak Mau Taufik Hidayat Dihukum Mati: Saya Pengen Dia Diserahkan ke Keluarga

Menurut Guntur, disertasi itu menggambarkan politikus itu membangun identitas kepemimpinan melalui perpaduan tiga karakter yang disebut sebagai the triangle of authoritarian populism.

"Populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat dan karakter yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," ujar Guntur.

Ia menjelaskan konsep tersebut memadukan feodalisme dengan cara memosisikan diri layaknya seorang raja, populisme melalui pembagian bantuan kepada masyarakat serta karakter yang menempatkan kekuasaan sebagai tujuan utama.

Ia kemudian mengaitkan kesimpulan tersebut dengan sejumlah langkah politik dari Jokowi. Menurutnya, masyarakat bisa melihat sejumlah hal tersebut dalam beberapa tahun terakhir dari jejak politik yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution hingga Kaesang Pangarep.

Pernyataan itu disampaikan menyusul ramainya pembahasan mengenai prosesi menginjak kepala kerbau yang dilakukan oleh Jokowi. Ia melakukan itu saat menerima gelar kehormatan adat Lampung di Kedaton Keagungan Lampung.

Baca Juga: Pemerintah Akui Salah dalam Menjalankan Program MBG: Ide-ide Besar Tak Disiapkan dengan Matang

Ritual tersebut memicu berbagai interpretasi di media sosial. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari politikus itu maupun penyelenggara mengenai filosofi prosesi tersebut sehingga beragam penafsiran terus bermunculan di ruang publik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar