Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Anjlok 1%, Sebanyak 208 Saham Melemah

        IHSG Dibuka Anjlok 1%, Sebanyak 208 Saham Melemah Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.01 WIB, IHSG turun 34,57 poin atau 0,59% ke level 5.786,215.

        Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 5.782,933 hingga 5.811,669. Indeks dibuka pada level 5.801,454.

        Aktivitas perdagangan pagi ini mencatatkan volume transaksi mencapai 420,075 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp559,683 miliar dari 46.017 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.163,635 triliun.

        Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 177 saham menguat, 208 saham melemah, dan 207 saham bergerak stagnan.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan melemah terbatas sejak “wave (b)” terbentuk. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, namun RSI masih menunjukkan sinyal positif dan cenderung menguat.

        "Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 854 miliar pada kemarin, dengan saham Big Banks seperti BBCA dan BMRI menjadi target jualan utama," kata dia dalam analisanya.

        Meski demikian, nilai tukar rupiah terapresiasi 0,40% ke kisaran Rp17.851 per dolar AS berkat intervensi moneter BI lewat lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini diharapkan dapat menjadi penahan agar koreksi IHSG tidak terlalu dalam. Apalagi pergerakan IHSG sebenarnya sudah mulai terlihat membentuk “wave (b)”.

        Baca Juga: Tekanan Jual Menggila, IHSG Ditutup di Level 5.820

        Baca Juga: IHSG Pekan Ini Dibayangi Tren Turun, Cek Rekomendasi Saham dari Analis

        Sementara itu, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia masuk dalam kategori emerging market, telah menepis kekhawatiran downgrade ke frontier market untuk sementara waktu, sejatinya dapat memberikan katalis positif bagi IHSG. 

        Di sisi lain, para pelaku investor menantikan peririlisan data makroekonomi awal bulan Juli dalam pekan ini, meliputi PMI Manufaktur Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, sentimen terhadap IHSG dapat membaik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: