Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN UIP JBB dan KUMALA Inisiasi Program Pengolahan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar di Jakarta Utara

        PLN UIP JBB dan KUMALA Inisiasi Program Pengolahan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar di Jakarta Utara Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) menginisiasi program pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif atau petasol berbasis komunitas di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara.

        Program yang dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bersama Yayasan Kreatif Usaha Mandiri Alami (KUMALA) tersebut bertujuan mengurangi timbunan sampah plastik sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

        Inisiatif ini lahir sebagai respons terhadap tingginya volume sampah plastik di Jakarta Utara. Di tengah upaya pemerintah mendorong pengelolaan sampah dari sumber, masih banyak jenis sampah plastik yang belum memiliki nilai ekonomi dan berakhir di tempat pembuangan akhir.

        Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah plastik tersebut akan diolah menjadi petasol sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

        Sebagai tahap awal, PLN UIP JBB bersama Yayasan KUMALA dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyepakati pelaksanaan program yang mencakup penyediaan sarana dan peralatan pengolahan sampah plastik, penguatan kapasitas kelompok pengelola, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber.

        Dalam kolaborasi tersebut, BRIN berperan menyediakan teknologi pengolahan sampah menjadi petasol, sekaligus memberikan pendampingan teknis dan pelatihan operasional kepada kelompok pengelola di lapangan.

        Ketua Yayasan Kreatif Usaha Mandiri Alami (KUMALA), Dindin Komarudin, mengatakan masih banyak sampah plastik yang belum dimanfaatkan karena tidak memiliki nilai jual. Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi solusi yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

        "Kami melihat masih banyak sampah plastik yang belum termanfaatkan karena tidak memiliki nilai jual. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ujar Dindin.

        Dalam pelaksanaannya, PLN UIP JBB akan menyediakan peralatan pengolahan sampah plastik menjadi petasol beserta sarana pendukung operasional. Sementara itu, BRIN mendukung melalui penyediaan teknologi serta pelatihan pengoperasian alat bagi kelompok pengelola.

        Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP JBB, Widikdho Arie Nugroho, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan program TJSL yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

        "Persoalan sampah membutuhkan solusi yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, PLN UIP JBB berupaya menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada bantuan sarana, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan program secara mandiri, termasuk melalui dukungan teknologi dari BRIN. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat," kata Widikdho.

        Ke depan, program akan dijalankan secara bertahap mulai dari penyediaan dan instalasi peralatan, pelatihan pengoperasian teknologi yang difasilitasi BRIN, sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat, hingga pendampingan operasional kelompok pengelola.

        Baca Juga: Begini Cara Bahlil Mengawasi Batu Bara untuk PLN

        General Manager PLN UIP JBB Yasir menilai keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, program petasol berbasis komunitas diharapkan dapat memperkuat praktik ekonomi sirkular sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih di Jakarta Utara.

        "Kami ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan Yayasan KUMALA, BRIN, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Inilah semangat yang ingin terus kami dorong dalam setiap program TJSL PLN," ujar Yasir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: