Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bernyanyi hingga Menari, Pejabat Amerika Rayakan Kegagalan Iran Masuk Fase Gugur di Piala Dunia 2026

        Bernyanyi hingga Menari, Pejabat Amerika Rayakan Kegagalan Iran Masuk Fase Gugur di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tersingkirnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 ternyata disambut dengan kegembiraan oleh pemerintah dari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut bahkan sampai dirayakan dengan nyanyian hingga tarian kebahagiannya oleh salah satu menteri dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin secara terbuka mengaku merasa lega karena tim itu tidak lagi berada di wilayah negaranya. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada wartawan menyusul kegagalan dari Iran di Piala Dunia 2026.

        Baca Juga: Senator Amerika Ngamuk usai Menlunya Trump Tak Bisa Jelaskan Keuntungan dari Perang Iran

        Mullin  mengaku sempat merayakan kabar tersingkirnya tim tersebut, dimana mereka gagal masuk fase gugur, dengan cara yang tidak biasa, yakni dengan menyanyi dan menari bahagia.

        "Saya merasa lega mereka sudah pergi dan tidak akan kembali lagi. Saya bahkan sempat menyanyikan satu-dua lagu atau mungkin melakukan tarian kegembiraan," ujar Mullin, dikutip Rabu (1/7).

        Diketahui, Iran gagal melangkah ke fase gugur setelah kalah bersaing dalam perebutan tiket tim peringkat ketiga terbaik. Meski bermain imbang pada laga terakhir fase grup, hasil tersebut tidak cukup untuk mengamankan posisi mereka.

        Harapan Iran sebenarnya sempat terbuka. Namun hasil imbang dramatis 3-3 antara Aljazair dan Austria membuat perolehan poin serta selisih gol tim itu kalah dibanding pesaing lainnya sehingga mereka harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

        Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei sebelumnya mengaku timnya menghadapi situasi yang tidak mudah selama turnamen berlangsung. Menurut Ghalenoei, Iran menjadi tim yang "paling tertindas" dalam Piala Dunia 2026.

        Hal itu menyusul memanasnya hubungan politik antara Teheran dan Washington. Timnas Iran sebelumnya telah menghadapi berbagai kendala karena berbagai kebijakan dari Amerika Serikat.

        Lokasi pemusatan latihan mereka misalnya dipindahkan dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko. Iran juga menghadapi pembatasan perjalanan selama mengikuti kompetisi di Piala Dunia.

        Gegara Amerika, nerdasarkan aturan visa yang diberikan pemerintah setempat, para pemain dan ofisial tim hanya diizinkan memasuki wilayah terkait sehari sebelum dua pertandingan pertama mereka. Setelah pertandingan selesai, mereka diwajibkan segera meninggalkan wilayah dari Amerika.

        Hal tersebut mencerminkan bahwa luasnya dampak ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran. Hal tersebut sampai ikut serta mempengaruhi jalan dari Piala Dunia 2026.

        Baca Juga: Datang Tiba-tiba, Inilah Sosok Pihak Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi

        Meski kompetisi olahraga seharusnya berlangsung di luar ranah politik, hubungan kedua negara yang masih memanas membuat kehadiran tim terkait mendapat perhatian khusus hingga akhirnya kepulangan mereka disambut dengan rasa lega oleh sebagian pejabat dari Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: