Muak Tegur Ruben Onsu dan Sarwendah Berulang Kali, Ketum Komnas Anak: Saya Miris
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah yang terus memanas mendapat sorotan dari Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Agustinus Sirait. Konflik yang bermula dari persoalan hak asuh hingga waktu bertemu anak tersebut dinilai sudah terlalu panjang dan berpotensi menyeret kondisi psikologis anak-anak mereka.
Agustinus mengaku telah berulang kali mengingatkan Ruben dan Sarwendah agar tidak terus memperpanjang persoalan pribadi. Menurutnya, setelah keduanya memilih berpisah, fokus utama seharusnya diarahkan pada kepentingan anak.
"Saya udah sering mengimbau, mengatakan kepada Sarwendah dan Ruben Onsu fokus terhadap anak-anaknya," kata Agustinus dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment, dikutip Rabu (12/8/2026).
"Kan sudah diambil keputusan untuk berpisah, sehingga harusnya kedua belah pihak atau masalah orang tua itu harus dikaitkan dengan kondisi anak-anak," lanjutnya.
Baca Juga: Ruben Onsu Tak Kuasa Tahan Rindu: Orang Ngomongnya Gampang, Gue Sudah Capek
Persoalan Ruben dan Sarwendah sendiri sebelumnya berkaitan dengan hak asuh anak, waktu pertemuan atau quality time, hingga pembagian nafkah. Namun, konflik kemudian semakin melebar setelah muncul rekaman CCTV pertengkaran lama keduanya dan Sarwendah menyinggung dugaan perselingkuhan Ruben.
Situasi tersebut akhirnya membuat Komnas PA kembali memberikan teguran karena menilai perseteruan pasangan yang telah bercerai itu berlarut-larut.
Agustinus bahkan terang-terangan mengaku miris melihat konflik tersebut tak kunjung berakhir. Ia khawatir pertengkaran yang terus menjadi konsumsi publik dapat memberikan tekanan terhadap kondisi mental anak-anak Ruben dan Sarwendah.
"Sampai hari ini saya sangat miris sebetulnya, sampai dengan hari ini belum selesai-selesai perseteruannya. Coba bayangkan sepanjang empat/lima bulan anak-anak itu terganggu pasti psikisnya," ujarnya.
Menurut Agustinus, anak-anak berpotensi merekam perilaku kedua orang tuanya selama konflik berlangsung. Hal tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka, terlebih jika perseteruan terus dibicarakan secara terbuka.
"Ingat ya, hari ini Sarwendah dan Ruben Onsu memperlihatkan kepada anak-anaknya adalah sikap orang tua yang seperti ini. Dan anak-anak itu pasti akan terganggu psikisnya," ucapnya.
Karena itu, Agustinus meminta konflik tersebut segera dihentikan dan diselesaikan dengan cara yang lebih baik. Ia mengingatkan agar persoalan orang tua tidak sampai menjadi beban yang dibawa anak hingga mereka dewasa.
"Itu harus ditangani dengan baik dan harus segera dihentikan perseteruannya supaya mereka juga nggak membawa ini sampai nanti ke mereka dewasa," sambung Agustinus.
Lebih jauh, Agustinus meminta Ruben dan Sarwendah tidak lagi mencampurkan persoalan pribadi setelah perceraian dengan kepentingan anak. Ia menilai keduanya tetap perlu membangun kerja sama sebagai orang tua meski sudah tidak lagi menjadi pasangan.
"Orang tua lupa, demi egonya. Ketika sepakat berpisah ya sudah tidak ada lagi mencampurkaitkan antara kepentingan ayah dan ibunya, udah berpisah. Fokus pada anak-anaknya, kepentingan terbaik untuk anak-anaknya. Harusnya menjadi kerja sama, namanya co-parenting," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: