Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kuasai AI, Ini Isi 5 Presiden Prabowo di HUT Bhayangkara ke-80

        Kuasai AI, Ini Isi 5 Presiden Prabowo di HUT Bhayangkara ke-80 Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Bogor -

        Presiden Prabowo Subianto menyampaikan lima pesan utama kepada jajaran Polri dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Mulai dari menjaga kepercayaan masyarakat, menegakkan hukum secara adil, hingga menguasai teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menghadapi tantangan kejahatan di masa depan.

        Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

        Prabowo mengawali arahannya dengan mengingatkan bahwa modal utama seorang anggota Polri adalah kepercayaan masyarakat.

        "Di momen Bhayangkara ke-80, saya ingin menyampaikan beberapa pesan saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Prabowo.

        Pesan kedua, Prabowo meminta seluruh personel Polri selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat membutuhkan pertolongan. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan gaji aparat berasal dari rakyat sehingga Polri harus mengutamakan pelayanan.

        "Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat, jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujarnya.

        Baca Juga: Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata

        Selanjutnya, Presiden menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Ia meminta anggota Polri berani membela kebenaran dan melindungi masyarakat yang lemah.

        "Tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," tegasnya.

        Pesan keempat berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Prabowo meminta Polri terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kecerdasan buatan agar mampu menghadapi perkembangan kejahatan.

        "Terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang handal," katanya.

        Pada pesan terakhir, Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

        "Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain. Bersama TNI, bersama pemerintah, bersama tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pengusaha, petani, nelayan, buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

        Menutup pidatonya, Prabowo mengingatkan agar Polri terus melakukan pembenahan internal dan menghindari sikap arogan. Ia menilai kerendahan hati merupakan salah satu ciri institusi yang kuat dan dicintai masyarakat.

        "Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," tutup Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: