Kredit Foto: Antara/Budi Prasetiyo
Tekanan inflasi pada kelompok bahan makanan di pasar domestik tidak hanya bersumber dari kendala musim tani lokal. Ketergantungan terhadap pasokan impor membuat stabilitas harga bawang putih sangat rentan terhadap gejolak ekonomi internasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menuturkan andil bawang putih terhadap inflasi yang melonjak ini disinyalir lantaran nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) yang disebabkan pemenuhan kebutuhan melalui impor. Selain itu, bawang putih ini juga memberikan sumbangsih inflasi karena situasi konflik geopolitik yang berimbas pada biaya energi fosil untuk keperluan transportasi logistik.
"Kenaikan bawang putih ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya logistik dan juga adanya penguatan nilai tukar Dolar Amerika terhadap Rupiah," jelas Ateng dalam Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026).
Ateng menegaskan, pergerakan inflasi komoditas pangan impor ini sangat dipengaruhi oleh ongkos angkut jalur laut internasional. Selain itu, keperkasaan mata uang asing ikut menggelembungkan biaya tebus para importir.
Fenomena ini menuntut adanya pencermatan mendalam terhadap rantai pasok logistik luar negeri. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau pun terkapar ikut menanggung beban andil kenaikan dari komoditas ini.
"Nah komoditi pada kelompok makanan minuman dan tembakau yang memberi andil inflasi ini terutama bawang merah andilnya 0,04%, bawang putih itu memberikan andil inflasi sebesar 0,03%, dan juga beras memberikan andil inflasi sebesar 0,02%," lanjut Ateng.
Ketergantungan pada pasokan impor menuntut pemerintah untuk segera mempercepat program substitusi pangan lokal. Selama nilai tukar Rupiah masih fluktuatif terhadap mata uang Dolar AS, maka label harga pangan impor di tingkat pedagang eceran akan terus membayangi daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan lahan bawang putih nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Baca Juga: Harga Bawang Putih Masih Memanas, Bawang Merah Mulai Menjinak
Baca Juga: Impor Bawang Putih 90 Persen, Prabowo Targetkan Swasembada dalam 3-4 Tahun
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan kerja sama dilakukan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Perum Bulog, dan ID Food sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada bawang putih dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Menurutnya, salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah pemanfaatan lahan perkebunan yang sudah tidak produktif, termasuk sebagian area bekas kebun teh di Jawa Barat.
"Salah satunya kami sedang berbicara dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai kemungkinan mengonversi sebagian kebun teh yang sudah tidak beroperasi di kawasan Bandung menjadi lahan bawang putih," ujar Sudaryono kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (17/6/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: