Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Impor Bawang Putih 90 Persen, Prabowo Targetkan Swasembada dalam 3-4 Tahun

Impor Bawang Putih 90 Persen, Prabowo Targetkan Swasembada dalam 3-4 Tahun Kredit Foto: Antara/Henry Purba
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang selama ini mencapai lebih dari 90 persen kebutuhan nasional. Namun di balik target ambisius tersebut, Kementerian Pertanian mengakui masih ada dua tantangan utama yang harus diselesaikan, yakni ketersediaan lahan dan bibit.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat tercapai dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, bawang putih menjadi salah satu komoditas strategis yang harus diproduksi sendiri karena selama ini pasokan nasional masih sangat bergantung pada impor.

"Sekitar lebih dari 90 persen bawang putih kita adalah impor. Nah, keinginan dari Presiden adalah bagaimana barang yang namanya bawang putih ini, barang pokok penting ini kemudian bisa swasembada," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.

Meski demikian, pemerintah menilai jalan menuju swasembada tidak akan mudah karena Indonesia membutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan yang sesuai untuk budidaya bawang putih.

Komoditas tersebut hanya bisa tumbuh optimal di wilayah dataran tinggi dengan kondisi iklim tertentu.

Saat ini pemerintah telah memiliki sejumlah kawasan pengembangan bawang putih, seperti di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, Temanggung, Jawa Tengah, serta Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Pemerintah juga mulai menjajaki pengembangan kawasan baru untuk memperluas areal tanam demi mengejar target swasembada.

Selain persoalan lahan, ketersediaan bibit menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah besar.

Sudaryono mengungkapkan Indonesia selama bertahun-tahun lebih banyak mengimpor bawang putih konsumsi sehingga tidak memiliki cadangan bibit dalam jumlah besar untuk kebutuhan penanaman nasional.

Menurut dia, bibit yang didatangkan dari luar negeri pun tidak bisa langsung digunakan secara massal.

Bibit tersebut harus lebih dahulu melalui proses penangkaran agar mampu beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia.

"Bibit itu harus ditangkar oleh petani kita di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Selain jumlahnya tidak cukup, juga harus disesuaikan dengan iklim kita," katanya.

Kementerian Pertanian menilai kebutuhan lahan untuk swasembada bawang putih sebenarnya masih lebih kecil dibandingkan program swasembada beras yang sebelumnya dijalankan pemerintah.

Karena itu, pemerintah optimistis target tersebut tetap bisa dicapai selama proses penyediaan lahan dan bibit berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: ESDM Pastikan Rencana Impor Minyak Rusia Masih Berproses

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi pengurangan impor secara bertahap seiring peningkatan produksi dalam negeri.

Langkah itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.

"Kami berharap sambil berjalan nanti kuota impornya terus bisa dikurangi dengan mendorong produktivitas dalam negeri," tegas Sudaryono.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama