Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tak Akan Maafkan Ancaman Pembunuhan terhadap Khamenei: Kami Akan Memberikan Pelajaran ke Israel

        Iran Tak Akan Maafkan Ancaman Pembunuhan terhadap Khamenei: Kami Akan Memberikan Pelajaran ke Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan Iran dan Israel kembali meningkat setelah adanya ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap pemimpin maupun rakyatnya akan dibalas dengan tindakan yang tegas.

        Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan peringatan keras terhadap pernyataan kontroversial yang sebelumnya dilontarkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Hal itu terkait ancaman terhadap kepemimpinan baru dari Iran.

        Baca Juga: Diakui Prabowo, Polisi Emang Paling Jago Soal Bangun Dapur MBG

        Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaafkan setiap bentuk intimidasi terhadap kepemimpinan negaranya.

        "Jika mereka mengabaikan majikan mereka, kami akan memberi mereka pelajaran. Ancaman apa pun terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan dibalas dengan tanggapan keras dan segera," ujar Araghchi, dikutip Kamis (2/7).

        Ia juga menyinggung peran dari Amerika Serikat (AS). Menurutnya, Washington harusnya bisa memberikan tekanan kepada Israel. Hal itu mengingat posisi mereka yang merupakan sekutu dekat dari Tel Aviv.

        "POTUS (Presiden Amerika Serikat Donald Trump) telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' mereka di Tel Aviv," ungkap Araghchi.

        Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz kembali menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan dalam negara musuh tidak akan mengubah kebijakan keamanan negaranya. Menurut Katz, siapa pun pemimpin yang meneruskan kebijakan yang dianggap mengancam negaranya akan tetap menjadi sasaran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

        Katz mengungkapkan bahwa "pemimpin mana pun yang ditunjuk" oleh musuh "untuk melanjutkan rencana menghancurkan negara dan mengancam dunia bebas dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat akan menjadi target mutlak untuk dilenyapkan."

        Konfrontasi pernyataan dari kedua negara tersebut memperpanjang ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Hubungan Iran dan Israel semakin memanas sejak serangkaian serangan yang saling diklaim kedua belah pihak.

        Keberadaan Mojtaba Khamenei di tengah situasi tersebut juga masih menjadi perhatian publik. Sejak dilantik sebagai pemimpin negara pada awal tahun ini karena menggantikan ayahnya yang dilaporkan tewas dalam serangan udara, ia belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik.

        Laporan yang beredar sebelumnya juga menyebut politikus itu sempat mengalami luka dalam insiden yang menewaskan ayahnya. Sejak menjabat, komunikasi resminya kepada masyarakat hanya disampaikan melalui pesan tertulis yang dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

        Baca Juga: Diungkap Purbaya, Harga Pertamax Bakal Segera Turun Pelan-Pelan di Indonesia

        Otoritas Iran dijadwalkan menggelar rangkaian upacara pemakaman untuk Ali Khamenei mulai 4 Juli hingga 9 Juli di Iran dan Irak. Sementara itu, perhatian dunia internasional masih tertuju pada perkembangan hubungan Iran dan Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: