Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rocky Gerung: Prabowo Terima Buangan PDIP Sebagai Menteri

Rocky Gerung: Prabowo Terima Buangan PDIP Sebagai Menteri Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo Subianto menerima mantan kader PDIP sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.

Salah satunya adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau Ara.

"Ya menteri Prabowo, Ara menteri Prabowo. Ya. Sebagai apa di situ, kan sebagai

buangan dari PDIP. Jadi Prabowo menerima buangan gitu," ujanya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Kamis (13/8).

Rocky menilai tidak masalah jika Prabowo menerima “buangan” dari PDIP. Menurutnya, hal itu justru bisa dijadikan alasan bila kinerja menteri tersebut tidak berhasil.

"Bagi Prabowo ya enggak apa-apa. Nanti satu waktu kalau Ara gagal ya gua akan bilang itu kader PDIP dari awal," tandasnya.

Sebagai informasi, Maruarar Sirait resmi pamit dari PDIP pada Januari 2024 dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) di Kantor DPP PDIP. Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena ingin mengikuti langkah politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Tak lama setelah keluar dari PDIP, Ara mengonfirmasi bergabung sebagai anggota biasa di Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP, Pramono Anung, pernah menyatakan bahwa seseorang yang meninggalkan partainya tidak akan pernah menjadi besar.

"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar'," ujar Pramono saat menghadiri pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.

Baca Juga: Megawati Semprot Buzzer: Nggak Ngerti Sistem, Sok Ngomong!

Ia tidak menyebutkan siapa nama orang yang dimaksud, hanya mengatakan bahwa di PDI-P pernah ada dan PKB pun sama.

"Di PDI-Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," sambungnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya