Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dikaitkan dengan Eks Jampidsus, Ini Temuan Awal Usai Makam Sutrimo Dibongkar

Dikaitkan dengan Eks Jampidsus, Ini Temuan Awal Usai Makam Sutrimo Dibongkar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kematian Sutrimo masih menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan perkara yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Untuk mencari kejelasan mengenai penyebab kematiannya, makam Sutrimo akhirnya dibongkar dan jenazahnya menjalani proses ekshumasi.

Ekshumasi dilakukan selama sekitar 3 setengah jam oleh tim dokter forensik. Dari pemeriksaan awal, tim menemukan sejumlah ciri yang mengonfirmasi identitas jenazah Sutrimo.

Kepala Biro Dokter Polisi (Karodokpol), Dr Sumi Hastry, mengatakan salah satu ciri yang ditemukan adalah kondisi jempol kaki kiri yang tidak ada. Tim juga menemukan bekas luka pada bagian bahu kanan yang disebut sesuai dengan informasi dari keluarga.

“Dari ciri jari kaki kiri yang jempol yang tidak ada, juga bekas luka yang menurut keluarga sudah pernah diambil luka di bahu kanan karena bekas sikatriks ya, ada luka di sana bekas operasi kecil,” kata Hastry kepada wartawan di Banyumas, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Kini Makamnya Dibongkar, Status Sutrimo Terkuak, Ternyata Pekerjaannya...

Selain memastikan sejumlah ciri fisik, tim forensik mengambil berbagai sampel dari tubuh Sutrimo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ketua tim forensik, Dr Yudi, mengatakan sampel yang diambil mencakup kulit hingga organ dalam seperti lambung dan jantung.

Proses pemeriksaan tersebut belum menghasilkan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian. Menurut Dr Yudi, hasil autopsi diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu 2 sampai 3 minggu ke depan.

“Karena kan jenazah dikubur tanggal 23 Juli ya, sudah hampir 3 minggu, jadi secara visual hampir semua warna tubuhnya sudah sama saja,” ujarnya.

Meski pemeriksaan laboratorium masih berjalan, Dr Yudi mengungkapkan temuan penting dari autopsi awal. Tim tidak menemukan tanda-tanda luka yang disebabkan kekerasan menggunakan benda tajam maupun benda tumpul.

Lebih lanjut, tim juga kembali menelusuri informasi mengenai adanya buih atau busa yang sebelumnya disebut keluar dari mulut Sutrimo ketika ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. 

“Kami sudah melakukan pemisahan laboratorium terpisah untuk mengambil swab, apakah masih ada sisa-sisa buih busa atau tidak,” ucapnya.

Baca Juga: Nadiem Makarim Cuma Difitnah? Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Duit Rp809 Miliar

Setelah proses ekshumasi selesai, jenazah Sutrimo kembali dikebumikan dan didoakan sesuai agama Islam. Sementara itu, sampel yang telah diambil akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk membantu mengungkap penyebab kematiannya.

Ekshumasi dilakukan karena kematian Sutrimo masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Sebelumnya, ia ditemukan tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Ketika ditemukan, mulutnya disebut mengeluarkan busa. Sutrimo kemudian dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya disebut sudah tidak tertolong.

Kasus kematian Sutrimo turut menjadi perhatian karena waktunya berdekatan dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Mantan Jampidsus tersebut kini telah resmi ditahan dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: