Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Ungkit Lagi Kasus Belanja Motor Listrik BGN

        Purbaya Ungkit Lagi Kasus Belanja Motor Listrik BGN Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menginstruksikan Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran yang baru, Sudarto, untuk membentuk tim internal yang bertugas mengawasi dan mengevaluasi setiap usulan anggaran kementerian dan lembaga.

        Instruksi tersebut disampaikan setelah Purbaya mengaku menerima kritik terkait kualitas belanja negara yang dinilai kurang tepat sasaran dan terkesan dibiarkan.

        "Saya ditanya orang tadi, katanya kan (Kementerian) Keuangan yang menguasai anggaran, kenapa banyak belanja yang ceroboh dan Anda diam saja? Saya jawabnya muter-muter, tetapi saya pikir pertanyaannya itu betul dan mendasar kenapa kita diam saja. Jadi betul komplain ke kita bahwa kita seperti mendiamkan," ujar Purbaya saat melantik pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

        Purbaya mencontohkan adanya usulan anggaran pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai salah satu kasus yang perlu mendapat perhatian lebih dalam proses pengawasan anggaran.

        Menurutnya, Direktorat Jenderal Anggaran harus lebih aktif mengkaji setiap usulan belanja agar penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak menyimpang dari tujuan awal.

        "Nanti Anda buat tim deh di sana, di Ditjen Anggaran supaya ada tim yang mengendalikan dan mempelajari itu masalah apa enggak?" kata Purbaya kepada Sudarto.

        Selain itu, Purbaya juga mengingatkan agar setiap pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dikaji secara cermat agar tidak mengganggu disiplin fiskal maupun postur anggaran negara.

        Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga menjalankan program sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.

        "Semua rencana anggaran harus dilakukan secara konsisten. Artinya kalau ada ABT-ABT, Anda hati-hati follow up-nya. Jangan sampai gara-gara ABT, anggaran kita terganggu. Yang penting adalah pastikan K/L mengerti bahwa disiplin fiskal yang kita akan belanjakan sesuai dengan yang dianggarkan," tegas Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: