Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PPSBI: Meski 19 Eksportir Disuspend China, Ekspor Sarang Burung Walet Tetap Stabil

        PPSBI: Meski 19 Eksportir Disuspend China, Ekspor Sarang Burung Walet Tetap Stabil Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) memastikan penghentian sementara (suspend) terhadap 19 perusahaan eksportir oleh China belum berdampak signifikan terhadap ekspor sarang burung walet Indonesia.

        Permintaan dari pembeli di China tetap dapat dipenuhi melalui perusahaan lain yang masih memiliki izin ekspor.

        Ketua Umum PPSBI, Boedi Mranata, mengatakan dari sekitar 50 perusahaan Indonesia yang mengantongi persetujuan ekspor ke China, sebanyak 19 perusahaan saat ini tengah dikenai suspend. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu pasokan secara keseluruhan.

        "Tidak terjadi penurunan ekspor secara drastis, sebab pembeli dari perusahaan yang tersuspend dia ambil dari perusahaan yang tidak tersuspend," kata Boedi di kantor Badan Karantina Indonesia (Barantin), Jakarta, Rabu (1/7/2026).

        Menurut Boedi, mekanisme pengalihan pengiriman tersebut membuat volume ekspor Indonesia ke China tetap terjaga. Pada 2025, kuota ekspor sarang burung walet ke China mencapai lebih dari 400 ton, sedangkan total ekspor ke seluruh negara tujuan mencapai sekitar 1.100 ton.

        Ia menambahkan, suspend yang dijatuhkan China hanya berlaku untuk pasar negara tersebut. Karena itu, perusahaan yang terkena suspend masih dapat mengekspor produknya ke negara lain seperti Amerika Serikat, Hong Kong, dan Singapura.

        Baca Juga: Jelang Kunjungan Otoritas China, Barantin Benahi Tata Kelola Ekspor Sarang Burung Walet

        Terkait penyebab suspend, Boedi menjelaskan kandungan aluminium yang melebihi batas pada sarang burung walet tidak selalu disebabkan oleh tindakan curang. Menurutnya, kandungan tersebut juga dapat berasal dari mineral alami, misalnya ketika sarang menempel pada dinding yang mengandung semen.

        "Memang ada dari alam sendiri aluminium sudah terbentuk di sarang burung, karena mineralnya. Jadi nempel ke tembok, tembok kan mengandung semen, sebagian komposisinya aluminium," ujarnya.

        Meski demikian, ia mengatakan pelaku usaha kini lebih berhati-hati dalam proses produksi agar produk yang diekspor memenuhi standar yang ditetapkan China.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: