Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dolar Tembus Rp25.000? Ini Prediksi Mengejutkan Nasib Prabowo di 2 Tahun Pemerintahan

        Dolar Tembus Rp25.000? Ini Prediksi Mengejutkan Nasib Prabowo di 2 Tahun Pemerintahan Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan skenario mengejutkan yang bisa terjadi di dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dimulai Oktober 2024 lalu.

        Menurut Rocky, terdapat potensi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh Rp25.000 per dolar. Ia mengaitkan skenario tersebut dengan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) yang dapat memicu arus modal asing kembali ke AS.

        "Lalu terjadi polemik, "Prabowo masih mau meneruskan enggak negeri ini ketika dolar itu sudah 25.000?" Itu bisa kita hitung. Tadi ada berita bahwa Federal Reserve akan naikkan suku bunga, artinya dolar akan dipanggil pulang ke Amerika," ujarnya dalam kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, dikutip Rabu (2/7). 

        Meski masih ada optimisme bahwa rupiah bisa dijaga lewat intervensi, Rocky menyoroti ancaman lain yang lebih nyata bagi rakyat: jika Selat Hormuz tidak kembali dibuka, dampaknya langsung menghantam dapur emak-emak.

        "Pada saat yang sama orang berharap, "Oke silakan dolar pulang karena enggak ada soal tuh, rupiah itu masih bisa dipakai kok intervensi masih dilakukan." Tetapi kalau Hormuz enggak dibuka, impact-nya langsung ke dapur emak-emak,' tandasnya.

        Baca Juga: Kebijakan Prabowo Disindir: Antikorupsi di Mulut, Perlindungan Dana Korupsi di Tangan

        Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) pada Kamis (2/7/2026) bergerak di kisaran Rp17.965 hingga Rp17.983 per dolar AS di pasar spot global.

        Mata uang Garuda dibuka melemah tipis sekitar 0,15% karena tertekan sentimen defisit neraca perdagangan domestik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: