Kredit Foto: BPMI
Keputusan Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memicu reaksi beragam dari kalangan legislator Senayan.
Langkah tersebut menuai respons tajam dari Fraksi PDI Perjuangan, sementara Fraksi NasDem menekankan pentingnya evaluasi program.
Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyampaikan sindiran menohok atas pengunduran diri tersebut. Deddy menilai keputusan Naniek mundur dan berobat ke luar negeri diduga berkaitan erat dengan isu penyimpangan dalam pengelolaan program.
"Cara terbaik menghindari kasus nyolong omprengan nasi: mundur dan berobat ke luar negeri??? Balada si peyang," ujar Deddy dengan nada sarkas.
Berbeda dengan respons tajam PDIP, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, memilih menyikapi pengunduran diri tersebut secara terukur. Ia menyatakan menghormati keputusan Naniek S. Deyang yang mundur dengan alasan kondisi kesehatan.
Kendati demikian, Nurhadi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini harus dijadikan momentum krusial untuk mengevaluasi secara total pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sejumlah aspek teknis hingga pengawasan wajib dibenahi.
"Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala dinamika pergantian pejabat," tegas Nurhadi.
Nurhadi merinci beberapa poin penting yang perlu segera dievaluasi oleh jajaran pimpinan BGN yang baru pascamundurnya Naniek. Poin-poin prioritas tersebut meliputi, efektivitas distribusi, kualitas dan keamanan pangan serta menjaga standar gizi dan kebersihan makanan secara ketat.
"Transparansi pengadaan yakni menjamin proses pengadaan barang dan jasa bebas dari indikasi penyimpangan dan sistem pengawasan lapangan dengan memperkuat kontrol internal agar pelaksanaan program berjalan akuntabel," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: