Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Pastikan Pasokan Listrik Jawa-Bali Sudah Pulih dan Kembali Normal

        Pemerintah Pastikan Pasokan Listrik Jawa-Bali Sudah Pulih dan Kembali Normal Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan gangguan pasokan listrik yang sempat terjadi pada sistem Jawa-Bali telah berhasil dipulihkan. Pemerintah menyatakan kondisi kelistrikan kini kembali normal.

        Menurut Qodari, gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya memengaruhi kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kepercayaan investor. Karena itu, pemerintah memberikan perhatian khusus agar proses pemulihan berlangsung cepat dan terukur.

        "Di sisi kelistrikan, gangguan pasokan yang sempat terjadi di sistem Jawa-Bali telah berhasil dipulihkan," kata Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

        Qodari menjelaskan, pada 25 Juni 2026 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan telah mengumpulkan seluruh badan usaha pembangkit, baik PLN Group maupun Independent Power Producers (IPP), untuk memperkuat komitmen menjaga keandalan operasi pembangkit, khususnya pada sistem Jawa-Bali.

        Pemerintah juga menginstruksikan PT PLN untuk memastikan ketersediaan energi primer sesuai kebutuhan, memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kesiapan operasi sistem, serta mempercepat penyelesaian pemeliharaan pembangkit utama.

        Baca Juga: PLN Belum Tuntaskan Program Listrik Desa 2025

        Qodari menilai langkah-langkah tersebut tidak hanya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa, tetapi juga memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik.

        Ke depan, pemerintah akan memperketat pengawasan dan mitigasi risiko di seluruh rantai pasok energi primer, mulai dari perencanaan pemeliharaan pembangkit, kesiapan cadangan energi, hingga koordinasi operasional, guna mencegah gangguan serupa terulang dan memastikan layanan listrik tetap stabil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: