Iran Siaga Penuh Waspadai Serangan Israel dan Amerika Saat Pemakaman Ali Khamenei
Kredit Foto: Istimewa
Iran meningkatkan status kewaspadaan nasional menjelang prosesi pemakaman kenegaraan dari Eks Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Mereka tengah siaga penuh mewaspadai kemungkinan adanya serangan baru dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan respons militer jika ada ancaman terhadap wilayahnya selama rangkaian pemakaman berlangsung.
Baca Juga: Tunjuk Kelakuan Messi, Amerika Cium Ketidakadilan di Balik Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026
"Kami memperingatkan musuh-musuh, terutama Amerika Serikat dan Zionis (Israel). Jangan melakukan salah perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," ujar Abdollahi, dikutip Jumat (3/7).
Diketahui, Iran tengah mempersiapkan prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Ia sebelumnya dilaporkan tewas akibat serangan udara pada hari pertama perang yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Prosesi penghormatan terakhir dijadwalkan dimulai pada 4 Juli di Teheran. Jenazah kemudian akan dibawa ke sejumlah lokasi penting sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad, 9 Juli.
Kekhawatiran Iran terhadap kemungkinan serangan baru juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan respons "segera dan sangat kuat" terhadap setiap ancaman yang menyasar rakyat maupun pimpinan dari Iran.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut pihaknya akan memburu Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Ucapan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di tengah situasi keamanan yang sudah memanas pascaperang antara Iran dan Israel.
Mengantisipasi berbagai kemungkinan, pemerintah setempat menerapkan pengamanan berlapis selama masa berkabung nasional. Media Iran melaporkan aparat keamanan disiagakan di berbagai titik yang akan menjadi lokasi prosesi pemakaman.
Selain memperketat pengamanan di darat, otoritas penerbangan sipil juga mengumumkan pembatasan sementara ruang udara di sejumlah kota.
Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyatakan pembatasan penerbangan akan diberlakukan di beberapa wilayah selama rangkaian pemakaman berlangsung. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat keamanan sekaligus mengantisipasi potensi ancaman dari udara.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan akan dihadiri jutaan warga serta sejumlah delegasi asing. Kondisi tersebut membuat pemerintah berupaya memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tanpa gangguan keamanan.
Baca Juga: Internal Sampai Panas, Cerita Sejumlah Isu Dokter Tifa dengan Tim Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Peringatan ke Amerika Serikat dan Israel menunjukkan bahwa mereka masih menganggap kedua negara sebagai ancaman utama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Dengan militer dalam status siaga dan pengamanan diperketat, mereka berusaha mencegah munculnya insiden yang dapat memicu eskalasi konflik baru selama prosesi pemakaman pemimpin tertingginya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: