Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tunjuk Kelakuan Messi, Amerika Cium Ketidakadilan di Balik Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026

Tunjuk Kelakuan Messi, Amerika Cium Ketidakadilan di Balik Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Striker Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun menjadi sorotan usai kartu merahnya memunculkan tudingan adanya ketidakadilan dalam penerapan aturan di Piala Dunia 2026. Perbandingan pun langsung diarahkan kepada Megabintang Argentina, Lionel Messi.

Mantan Pemain Tim Nasional Amerika Serikat Alexi Lalas mengunggah cuplikan insiden yang melibatkan pemain tersebut pada laga pembuka Argentina di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Diakui Prabowo, Bali Kian Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional: Kita Cari Tempat Paling Nyaman

Ia hanya menuliskan satu kata, "'Sup," sambil menyertakan video aksi Messi. Unggahan singkat itu dianggap sebagai sindiran terhadap keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten.

Saat Argentina vs Aljazair, Messi terlihat mengenai bagian belakang betis lawannya menggunakan pul sepatu ketika berusaha merebut bola. Meski insiden tersebut menuai sorotan, kapten tim itu tidak menerima hukuman apa pun, baik selama pertandingan maupun setelah laga berakhir.

Sebaliknya, Balogun justru langsung mendapat kartu merah setelah wasit meninjau insiden yang terjadi pada menit ke-64 saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Balogun dinilai menginjak bagian belakang kaki dari Tarik Muharemovic. Hal tersebut sampai membuat pergelangan kaki pemain itu terpelintir. Wasit Raphael Claus kemudian mengubah keputusannya dan mengusir penyerang dari Amerika.

Bagi banyak pihak, kedua insiden itu menunjukkan adanya perbedaan perlakuan. Balogun menurut mereka tidak melakukannya dengan unsur kesengajaan. Penyerang berusia muda itu disebut hanya berusaha mendarat setelah kehilangan keseimbangan akibat benturan saat berebut posisi mendapatkan bola.

Bahkan tayangan ulang memperlihatkan bahwa saat ketika kontak terjadi, pemain tersebut tidak sedang melihat ke arah kaki dari Muharemovic.

Sebaliknya, Messi tampak mengarahkan pandangan ke kaki lawan sebelum pul sepatunya mengenai bagian belakang betis pemain dari Aljazair. Meski begitu, tidak ada kartu maupun sanksi lanjutan yang dijatuhkan kepada pemain tersebut.

Perbedaan penanganan dua insiden itulah yang memicu tudingan standar ganda terhadap perangkat pertandingan di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Lalas juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit.

"An absolute joke of a refereeing night," ujar Lalas.

Amerika, terlepas dari polemik tersebut, tetap memastikan diri lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0. Namun mereka harus menghadapi Belgia tanpa Balogun. Hal itu karena hukuman kartu merah otomatis membuatnya menjalani larangan bermain satu pertandingan.

Baca Juga: Diungkap Eks Teman Seperjuangan, Hubungan Tifa dan Roy Suryo Telah Lama Retak di Kasus Ijazah Jokowi

Kontroversi ini diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan hingga laga babak gugur digelar. Banyak pengamat menilai insiden ini akan terus dibandingkan dengan kasus-kasus lainsebagai tolok ukur konsistensi penerapan dan keputusan wasit di Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar