Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Amerika Donald Trump Ngamuk Jelang KTT NATO: Tak Ada Timbal Balik dari Hubungan Ini

        Presiden Amerika Donald Trump Ngamuk Jelang KTT NATO: Tak Ada Timbal Balik dari Hubungan Ini Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap Grup Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) aliansi militer tersebut di Ankara, Turki.

        Trump memberi sinyal bahwa pihaknya tidak ingin terus mempertahankan hubungan yang dinilainya tidak memberikan timbal balik yang sepadan bagi Amerika Serikat. Ia menyebut selama ini berjalan secara sepihak. Menurutnya, negara-negara anggota lain tidak memberikan dukungan yang setara ketika Amerika membutuhkan mereka.

        Baca Juga: IKN Proyek Jokowi Terlalu Sepi, Tak Cocok Jadi Proyek Markas Investasi Prabowo

        "Konyol bagi Amerika Serikat untuk terus berada di jalur yang sepihak ketika hubungan ini tidak bersifat timbal balik. Mereka tidak ada untuk kita!" ungkap Trump, dikutip Jumat (3/7).

        Pernyataan itu kembali menegaskan ketidakpuasan sang presiden terhadap kontribusi negara-negara anggota aliansi, terutama negara-negara dari Eropa. Menurut Trump, mereka selama ini terlalu bergantung pada kekuatan militer dari Amerika Serikat.

        Trump juga menyertakan grafik yang menunjukkan besarnya pengeluaran pertahanan negaranya dibandingkan negara-negara anggota dari NATO. Grafik tersebut digunakan untuk memperkuat argumennya bahwa pemerintah selama ini menanggung beban terbesar dalam menjaga keamanan aliansi.

        Kritik Trump tidak muncul tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, ia berulang kali meluapkan kekecewaan terhadap respons sekutu-sekutu kawasan euro selama konflik dengan Iran.

        Trump menilai negara-negara tersebut tidak menunjukkan dukungan yang cukup terhadap Amerika Serikat. Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa sudah saatnya negara-negara sekutu mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pertahanan kawasan mereka sendiri.

        Sejalan dengan pandangan tersebut, pemerintahannya mulai mengurangi sejumlah komitmen pertahanan Amerika Serikat di Eropa. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari kebijakan yang mendorong sekutu menjadi lebih mandiri.

        Tekanan Trump terhadap anggota alinasi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pada pertemuan sebelumnya, para pemimpin grup tersebut akhirnya menyepakati target baru berupa peningkatan belanja pertahanan hingga mencapai 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara pada 2035.

        Meski demikian, sang presiden tampaknya masih menganggap langkah tersebut belum cukup untuk menciptakan hubungan yang benar-benar seimbang.

        Pernyataan kerasnya  itu muncul hanya beberapa hari sebelum berlangsungnya KTT NATO. Ia akan hadir di Ankara pada 7-8 Juli 2026. Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh para pemimpin dari 32 negara anggota aliansi.

        KTT kali ini diperkirakan berlangsung dalam suasana yang lebih sensitif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain membahas isu keamanan, para pemimpin aliansi juga akan menghadapi dinamika baru setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran dan Timur Tengah.

        NATO sendiri didirikan pada 1949 sebagai aliansi pertahanan kolektif yang dipimpin Amerika Serikat. Selama puluhan tahun, organisasi tersebut menjadi pilar utama keamanan euro sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan global.

        Baca Juga: Trump Bantah Perang Iran Akan Bernasib seperti Afghanistan: Hampir Semua Tuntutan Amerika Dipenuhi

        Namun, dengan kembali mengemukanya kritik Trump terhadap pembagian beban pertahanan, masa depan hubungan keduanya diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama yang menyita perhatian dalam pertemuan puncak pekan depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: