Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menutup Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang lebih siap memasuki industri manufaktur. Program yang melibatkan 160 siswa dari delapan sekolah menengah kejuruan (SMK) tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi, kesiapan mental, dan pemahaman terhadap standar kerja industri guna menekan risiko ketidaksesuaian tenaga kerja serta turnover karyawan di kawasan.
Plt. Direktur Utama KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan operasional tenant. Menurutnya, kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor dalam menanamkan modal di kawasan industri.
“Membangun kawasan industri adalah sebuah investasi. Namun membangun manusia yang akan menghidupkan kawasan itulah warisan yang sesungguhnya. Melalui program PRIMA ini, kami merumuskan kurikulum berbasis kebutuhan nyata industri, dipadukan dengan Praktik Kerja Lapangan yang menyentuh langsung realita operasional. Langkah ini memberikan jaminan dan rasa percaya diri kepada para tenant maupun calon investor global bahwa KEK Industropolis Batang adalah ekosistem investasi yang matang dan berkelanjutan,” ujar Indri dalam sambutannya, Jumat (3/7/2026).
Selama lima hari, peserta memperoleh pembelajaran dari praktisi sumber daya manusia sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan, antara lain PT KCC Glass Indonesia, PT Wavin Manufacturing Indonesia, PT Unipack Plasindo, PT Yih Quan Footwear, PT Profinder Solusi Indonesia, dan PT Ace Medical Products.
Peserta juga mengikuti kunjungan ke fasilitas produksi PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia. Kegiatan tersebut memberikan paparan langsung terhadap proses kerja, standar produksi, dan kebutuhan disiplin kerja di sektor manufaktur.
Program ini turut melibatkan Tim Jasa Psikologi Universitas Diponegoro serta pelatih kedisiplinan dari PT Bintara Mitra Andalan. KEK Industropolis Batang menyebut sejumlah tenant telah menyerap ratusan lulusan SMK lokal setelah pelaksanaan program, antara lain PT Ace Medical Products dan PT Elecmental Longteng.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih mengatakan pemerintah daerah mendukung penguatan keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri di kawasan.
“Pemerintah Kabupaten Batang sangat bangga dan mendukung penuh program PRIMA ini. KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun pabrik dan infrastruktur, tetapi secara nyata ikut membangun manusia. Kepada para peserta, anak-anakku, kalian adalah aset Kabupaten Batang. Dengan kompetensi dan mentalitas setara pekerja global yang diajarkan di sini, masyarakat Batang tidak lagi menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama industri. Ini membuktikan bahwa daerah kita sangat siap menyambut investasi skala dunia,” ungkap Sri Purwaningsih.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Daya Tarik Investasi Lewat Pengelolaan ESG
Baca Juga: KEK Batang Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan Lewat Program Pendampingan
Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Agus Nowo Edy mengatakan keterlibatan sekolah dan perusahaan dalam program tersebut menjadi bagian dari penguatan keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
“Tahun ini terjadi lompatan besar, di mana 8 SMK dengan 160 peserta terlibat aktif, bahkan guru-guru pun ikut terjun langsung dalam kepanitiaan bersama HR para tenant. Ini adalah integrasi kurikulum vokasi yang sesungguhnya. Kami dari pihak provinsi melihat program ini sebagai standar emas baru nasional. KEK Industropolis Batang telah berhasil meyakinkan dunia pendidikan bahwa lulusan SMK kita mampu memiliki resiliensi tinggi, dan kami siap terus berkolaborasi memperluas program ini di masa depan,” jelas Agus Nowo Edy.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: