Kredit Foto: Instagram/amapapua
Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat dilaporkan tewas setelah ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam insiden di landasan udara Ipdeheik, Desa Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis. Selain menewaskan pilot, kelompok tersebut juga membakar pesawat sipil yang digunakan untuk melayani penerbangan ke wilayah pedalaman Papua.
Jenazah pilot bernama Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi oleh personel TNI pada Jumat (3/7/2026) setelah operasi pengamanan dilakukan di lokasi kejadian. Korban diketahui merupakan pilot yang bekerja untuk PT AMA, perusahaan penerbangan nasional yang selama ini melayani distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil di Papua, termasuk mengangkut bahan pangan, bahan bakar, serta surat.
Peristiwa bermula ketika pesawat yang membawa satu pilot dan tujuh penumpang tersebut hilang kontak tidak lama setelah melaporkan telah mendarat di landasan udara Ipdeheik. Kondisi tersebut memicu operasi pencarian dan pengamanan yang melibatkan pasukan gabungan.
Setelah situasi dinilai aman, tim TNI melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari lokasi kejadian. Operasi tersebut dipimpin Komando Operasi Habema yang bertugas mengamankan wilayah Papua Pegunungan.
Wakil Komandan Operasi Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pasukan berhasil menguasai dan mengamankan landasan udara yang menjadi lokasi penyerangan.
Menurut Riyanto, operasi cepat tersebut melibatkan 10 personel Komando Operasi Habema yang diterjunkan untuk memastikan kondisi lokasi aman sebelum evakuasi dilakukan.
Di sisi lain, TPNPB mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pilot serta pembakaran pesawat sipil tersebut. Melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, kelompok itu menuduh pesawat yang dioperasikan PT AMA kerap digunakan untuk mendukung mobilisasi aparat militer Indonesia ke wilayah yang mereka sebut sebagai zona konflik.
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, TPNPB juga mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan apabila pemerintah Indonesia tetap mengizinkan pesawat sipil memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai "zona merah" di Papua.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan yang dihadapi penerbangan perintis di Papua. Selama ini, pesawat sipil memiliki peran vital sebagai sarana transportasi utama untuk menyalurkan kebutuhan pokok, bahan bakar, layanan kesehatan, hingga logistik ke berbagai daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Hingga Jumat, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tewasnya warga negaranya tersebut. Sementara itu, manajemen PT AMA juga belum memberikan konfirmasi maupun keterangan resmi mengenai insiden yang menimpa salah satu pilotnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: