Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Ibu Kota Menuju Top 20 Global City
Kredit Foto: Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi komitmen Bank Jakarta dalam mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung target Jakarta menjadi salah satu dari 20 kota global terbaik di dunia.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati, dalam Seremonial Komitmen Bersama PED Ekosistem Iklan dan Event yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7).
Menurut Nuning, Program Pengembangan Ekonomi Daerah merupakan salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer dalam mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global.
"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Jakarta atas dukungan dan kontribusinya dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yang merupakan salah satu program unggulan TPAKD Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer percepatan terwujudnya visi Top 20 Global City," ujar Nuning.
Ia menjelaskan, Bank Jakarta menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor event. Keterlibatan bank pembangunan daerah tersebut telah berlangsung sejak tahap awal perumusan program hingga persiapan implementasi.
Bank Jakarta tercatat aktif mengikuti rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) pada April 2026, pelaksanaan FGD pada 12 Mei 2026, hingga berbagai kegiatan tindak lanjut praimplementasi sepanjang Juni 2026.
Menurut Nuning, kolaborasi yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menciptakan kerja sama berkelanjutan antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku ekonomi kreatif.
"Sinergi dan kolaborasi ini akan terus kita perkuat sebagai fondasi bagi implementasi kerja sama yang berkelanjutan ke depan," katanya.
Sebagai tindak lanjut, OJK bersama para pemangku kepentingan menggelar seremoni komitmen Program Pengembangan Ekonomi Daerah subsektor event dan iklan yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bank Jakarta diwakili oleh Pemimpin Grup Bisnis UKM Bank Jakarta, Bambang Nurcahyo.
Melalui komitmen bersama tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, industri jasa keuangan, serta pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin kuat dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing industri kreatif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih inklusif serta berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mempercepat transformasi ekonomi ibu kota.
Menurutnya, sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi modal utama dalam memperkuat daya saing ekonomi Jakarta.
Baca Juga: OJK Dorong Pembiayaan Pertanian, Program SEJAGAT Siap Perkuat Ekonomi Daerah
Iwan menambahkan, Jakarta Kreatif Festival tidak hanya menjadi wadah promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga berperan dalam mendorong digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan daya saing Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta. Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," ujar Iwan.
Jakarta Kreatif Festival 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 4-5 Juli 2026. Selain menghadirkan hiburan musik dan berbagai perlombaan, festival tersebut juga menjadi ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kuliner lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di ibu kota.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: