Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ratusan Lowongan Kerja Tengah Dibuka TikTok-Tokopedia di Indonesia

        Ratusan Lowongan Kerja Tengah Dibuka TikTok-Tokopedia di Indonesia Kredit Foto: Siiaran Pers/Tokopedia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        TikTok-Tokopedia Group membantah rumor pihaknya tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia. Pihaknya justru mengumumkan masih membuka lebih dari 100 lowongan kerja baru di Indonesia.

        Presiden Direktur PT Tokopedia Stephanie Susilo mengatakan bahwa kabar yang beredar mengenai pihaknya melakukan pemutusan hubungan kerja tidaklah benar. Justru yang ada mereka tengah mencari pekerja baru. Hal itu ditegaskannya saat memberikan klarifikasi dalam rapat bersama DPR RI.

        Baca Juga: Pemerintah Akui Banyak Koperasi Desa Merah Putih Belum Jadi, Operasional Baru Dimulai Oktober 2026

        "Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," kata Stephanie, dikutip Selasa (7/7).

        Menurut Stephanie, pembukaan ratusan posisi tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan tetap melakukan ekspansi bisnis meskipun sedang menjalankan penataan organisasi. Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja di lingkungan TikTok maupun Tokopedia.

        "Yang pertama adalah tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group," ujarnya.

        Stephanie menjelaskan, sebagian karyawan memang memilih mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke berbagai unit usaha dalam TikTok Group.

        Adapun Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga menyampaikan bahwa jumlah karyawan yang memilih paket kompensasi hanya sekitar 200 orang dan sebagian di antaranya telah mendapatkan pekerjaan baru maupun dipindahkan ke anak usaha TikTok.

        Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai langkah perusahaan membuka lebih dari 100 posisi baru menunjukkan komitmen TikTok Group untuk terus bertumbuh di Indonesia.

        Ia mengapresiasi kebijakan internal mobility yang dinilai memberi kesempatan kepada pekerja untuk tetap berkarier di dalam grup perusahaan.

        Baca Juga: Trump Panggil Netanyahu, Ingatkan Siapa Bosnya dalam Hubungan Israel-Amerika

        Sebelumnya, isu PHK massal terhadap 90 persen karyawan Tokopedia sempat viral di media sosial. Namun, TikTok menjelaskan bahwa perusahaan hanya melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada fungsi riset dan pengembangan (R&D), guna mendukung strategi bisnis jangka panjang serta memperkuat investasi di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: