Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP: Jokowi Sampai Paksakan Keliling Artinya PSI Sangat Lemah

        PDIP: Jokowi Sampai Paksakan Keliling Artinya PSI Sangat Lemah Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan PSI yang bertekad menjadikan Jawa Tengah sebagai "Kandang Gajah" memantik respons keras dari PDIP. Partai berlambang banteng itu menilai ambisi PSI terlalu berlebihan, bahkan menyebut langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Jawa Tengah justru menunjukkan lemahnya kekuatan politik PSI.

        Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan, apabila PSI benar-benar memiliki basis politik yang kuat, Jokowi tidak perlu turun langsung melakukan safari politik ke berbagai daerah.

        "PSI jangan terlalu sombong, Jokowi memaksakan keliling artinya PSI sangat lemah, kalau PSI kuat Jokowi pastinya cuma istirahat dan santai-santai saja," kata Guntur kepada wartawan.

        Menurut Guntur, agenda safari politik tersebut juga dinilai sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari sejumlah isu yang tengah membelit PSI.

        Baca Juga: Ijazahnya Gak Ada? Pengamat Ungkap Jalan Pintas Jokowi Tetap Penjarakan Roy Suryo Cs

        "Safari politik itu juga pengalihan isu dari Sekjen PSI yang mengaku menerima duit dari Bupati Kuansing yang baru dikembalikan 10 hari kemudian," ujarnya.

        Ia juga menyinggung proses penegakan hukum yang, menurutnya, harus dilakukan secara adil tanpa tebang pilih.

        "KPK harus jangan tebang pilih masa butuh 10 hari baru dikembalikan, itu tidak menggugurkan peristiwa pidana, juga terhadap Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang rumahnya sudah digeledah, duit miliaran disita tapi sampai saat ini aman-aman saja," sambungnya.

        Lebih lanjut, Guntur menilai klaim PSI yang ingin merebut dominasi politik di Jawa Tengah tidak perlu ditanggapi secara serius. Menurutnya, hasil Pemilu 2024 sudah menunjukkan bahwa PSI belum memiliki kekuatan politik yang signifikan.

        "Itu bentuk kesombongan saja, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan, kalau PSI itu parpol nomor dua di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," ucapnya.

        Ia juga mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024 PSI gagal menembus parlemen meski saat itu mendapat dukungan penuh dari Jokowi yang masih menjabat sebagai presiden.

        Baca Juga: Saking Takutnya Dipenjara? Kubu Jokowi Klaim Roy Suryo Salah Langkah Ajukan Praperadilan Jilid II

        "PSI 2024 aja gagal masuk parlemen, meski didukung penuh oleh Jokowi yang waktu itu masih presiden, dengan tagline PSI Partai Jokowi, pasang foto Jokowi di semua baliho, jadi presiden saja Jokowi gagal meloloskan PSI, apalagi tidak jadi presiden. PSI jangan sombong," tambah dia.

        Sebelumnya, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan agenda kunjungan Jokowi ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Saat ini, PSI masih menunggu kepastian jadwal sebelum rangkaian safari politik tersebut dilaksanakan.

        "Kami menunggu jadwal dari Bapak. Tugas kami mempersiapkan agar beliau bisa turun langsung memastikan Jawa Tengah benar-benar sebagai Kandang Gajah," kata Yogo, Jumat (3/7/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: