Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Menguat 0,18% ke Level 5.926, Saham Naik Dominasi Perdagangan

        IHSG Dibuka Menguat 0,18% ke Level 5.926, Saham Naik Dominasi Perdagangan Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa pagi (7/7/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG naik 10,61 poin atau 0,18% ke level 5.926,678.

        IHSG dibuka di level 5.933,574 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.943,538. Sementara level terendah tercatat di 5.925,789.

        Pada awal perdagangan, sebanyak 269 saham menguat, 121 saham melemah, dan 238 saham bergerak stagnan. Volume transaksi mencapai 551,798 juta saham dengan nilai transaksi Rp322,195 miliar yang ditransaksikan sebanyak 50.593 kali.

        Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal perdagangan tercatat sebesar Rp10.403,494 triliun.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG telah berhasil rebound dan membentuk pola three advancing soldiers candlestick pattern dari “wave (b)”. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan, namun RSI berpotensi membentuk pola golden cross.

        "Walaupun IHSG berhasil rebound, investor asing masih cenderung selektif. Keberlanjutan pemulihan akan sangat bergantung pada apakah terjadi pembalikan menjadi net buy asing dalam beberapa hari ke depan," kata dia dalam analisanya.

        Nafan menuturkan, bursa saham global menutup pekan lalu dengan penguatan, sementara dolar AS cenderung melemah dan harga emas menguat. Lingkungan risk appetite yang lebih baik berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Asia pada awal pekan.

        Para pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai terapresiasi 0,18% di level Rp17.963 per dolar AS. Stabilitas rupiah akan menjadi kunci penahan foreign outflow.

        Baca Juga: IHSG Sempat Sentuh 5.857, Lalu Berbalik Hijau ke Level 5.916

        Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.895, Menanti Arah Aliran Dana Asing

        Mengingat rasio P/E IHSG saat ini berada di 9,35x, di mana secara historis level ini lebih rendah dibandingkan masa bottoming pandemi COVID-19 yang berada di 9,48x, menjadikan IHSG target yang sangat atraktif bagi investor institusi domestik untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue-chip.

        Di sisi lain, mulai hari Senin ini, pemerintah resmi membuka masa penawaran Obligasi Negara Ritel seri ORI030. Dengan tingkat BI Rate yang bertahan di level 5,75%, instrumen ini menawarkan kupon fixed rate yang diproyeksikan sangat kompetitif. "Kehadiran ORI030 berpotensi menyerap sebagian likuiditas dari investor ritel yang cenderung defensif di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: