Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diprediksi Masih Rentan Koreksi! Ini 6 Saham yang Bisa Dipilih

IHSG Diprediksi Masih Rentan Koreksi! Ini 6 Saham yang Bisa Dipilih Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini setelah aksi jual investor asing terus berlanjut. Meski berpeluang menguat dalam jangka pendek, BNI Sekuritas mengingatkan penguatan tersebut berpotensi hanya bersifat sementara.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,17%, disertai aksi net sell investor asing yang mencapai sekitar Rp492 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Menurut Fanny, secara teknikal IHSG masih berpeluang menguji area resistance 6.200-6.220.

Namun, setelah mencapai level tersebut, indeks dinilai masih rentan kembali terkoreksi dengan target pelemahan ke kisaran 6.050-6.150.

"Support IHSG berada di area 6.050-6.150, sedangkan resistance berada di kisaran 6.200-6.220," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa (28/7/2026).

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai menarik untuk diperdagangkan, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Baca Juga: Kabar Duka dari Kimia Farma, Komisaris Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Baca Juga: ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian

Baca Juga: 20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri

Adapun strategi yang disarankan meliputi:

  • NCKL direkomendasikan speculative buy di area Rp840 per saham, dengan stop loss apabila turun di bawah Rp830 per saham. Target kenaikan jangka pendek berada di kisaran Rp860-Rp890 per saham.
  • INDY direkomendasikan buy if break, yakni membeli jika harga berhasil menembus level Rp2.630 per saham. Target terdekat berada di rentang Rp2.680-Rp2.770 per saham, dengan stop loss di bawah Rp2.540 per saham.
  • BFIN disarankan speculative buy pada area Rp765-Rp780 per saham, dengan stop loss di bawah Rp750 per saham. Target jangka pendek diproyeksikan berada di kisaran Rp805-Rp835 per saham.
  • BIPI juga masuk rekomendasi speculative buy pada level Rp143-Rp146 per saham, dengan stop loss di bawah Rp141 per saham. Target kenaikan berada di rentang Rp150-Rp154 per saham.
  • MINA direkomendasikan speculative buy di area Rp274 per saham, dengan stop loss di bawah Rp268 per saham. Target terdekat berada pada kisaran Rp280-Rp288 per saham.
  • INET direkomendasikan buy on weakness di area Rp216-Rp226 per saham, dengan stop loss di bawah Rp208 per saham. Target kenaikan jangka pendek diperkirakan berada di kisaran Rp230-Rp234 per saham.

Fanny menambahkan, saham-saham tersebut memiliki peluang menarik untuk dicermati di tengah pergerakan IHSG yang masih dibayangi tekanan jual investor asing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri