Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemakaman Ali Khamenei Memanas, Warga Iran Tuntut Amerika Diadili: Kami Ingin Kepala Trump

        Pemakaman Ali Khamenei Memanas, Warga Iran Tuntut Amerika Diadili: Kami Ingin Kepala Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran berubah menjadi ajang pelampiasan kemarahan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ribuan warga yang mengikuti iring-iringan jenazah menuntut pertanggungjawaban dan menyerukan adanya keadilan atas perang yang dikobarkan Tel Aviv dan Washington.

        Dikutip dari Iran International, Selasa (7/7), suasana pemakaman dipenuhi berbagai seruan balas dendam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya dianggap bertanggung jawab atas terbunuhnya sosok dari Ali Khamenei di 28 Februari 2026.

        Baca Juga: Lawan Penolakan Amerika, Iran Ngotot Akan Terapkan Kebijakan Tarif Kapal di Selat Hormuz

        Selain itu, para peserta membawa poster bergambar sejumlah tokoh dari kedua negara yang diberi tanda bidik berwarna merah. Di antaranya terdapat Donald Trump, Senator Partai Republik Lindsey Graham, Komentator Konservatif Ben Shapiro, Aktivis Laura Loomer, Miliarder Miriam Adelson, Direktur Foundation for Defense of Democracies Mark Dubowitz hingga investor Peter Thiel.

        Pada poster tersebut tertulis ancaman, "Cepat atau lambat, kepala kalian akan berguguran."

        Selain itu, massa juga menggantung boneka menyerupai Trump. Di depan kendaraan yang membawa peti jenazah, tampak spanduk besar bertuliskan "Kill Trump – $100 Million Iranian Bounty" yang menyerukan hadiah bagi pihak yang membunuh Presiden Amerika Serikat.

        Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah pelayat terlihat melempari poster Trump dengan batu sebelum merobeknya di tengah kerumunan. Tak hanya itu, massa juga meneriakkan slogan yang menolak pendekatan damai dengan Washington.

        "Kami tidak menginginkan kesepakatan, kami menginginkan kepala dari Trump," teriak sebagian peserta pemakaman dari Ali Khamenei.

        Seruan tersebut menunjukkan besarnya kemarahan sebagian pendukung Republik Islam Iran. Meski pemerintah saat ini masih menjalankan proses gencatan senjata dan negosiasi, masyarakat kesal dengan Amerika Serikat.

        Di lokasi lain, sebuah poster menjadi sorotan karena bergambar Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia viral dipasang dengan tulisan "There will be blood" dan "Kill Trump", disertai tanda bidik pada wajah kedua pemimpin tersebut.

        Gelombang kemarahan juga terdengar di stasiun kereta bawah tanah dari Teheran. Sejumlah pendukung pemerintah meneriakkan penolakan terhadap negosiasi dengan Amerika Serikat.

        Pejabat Iran sendiri sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa pembalasan atas kematian dari Ayatollah Ali Khamenei. Hal tersebut menjadi agenda tersendiri dan tidak berkaitan dengan proses gencatan senjata maupun negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

        Baca Juga: FIFA Hadapi Karma, Intervensi Presiden Amerika di Piala Dunia Mulai Ditiru Tim Lainnya

        Prosesi pemakaman yang semula menjadi penghormatan terakhir bagi eks pemimpin tertinggi itu akhirnya berubah menjadi panggung demonstrasi politik yang dipenuhi tuntutan agar musuh dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan dari Ali Khamenei. Hal itu juga diikuti dengan seruan balas dendam terhadap Washington dan Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: