Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Puji Kepemimpinan Mojtaba, Tak Lagi Ingin Gulingkan Rezim Khamenei di Iran

        Amerika Puji Kepemimpinan Mojtaba, Tak Lagi Ingin Gulingkan Rezim Khamenei di Iran Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pihaknya tidak lagi berupaya menggulingkan rezim dari Khamenei di Iran. Hal itu terjadi usai ia sukses membunuh sosok dari Ayatollah Ali Khamenei.

        Trump menilai pemerintahan baru dari negara tersebut menunjukkan sikap yang lebih rasional dibanding sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan hubungan kedua negara pascaperang yang berakhir dengan nota kesepahaman (MoU) dan masih berlanjut ke tahap negosiasi.

        Baca Juga: Israel Ngamuk Gegara Amerika Serikat Pilih Dekati Turki: Jangan Beri Erdogan Jet Tempur F-35

        "Saya tidak sedang mencari pergantian rezim," kata Trump, dikutip Selasa (7/7).

        Menurutnya, perubahan kepemimpinan di negara tersebut sebenarnya sudah terjadi dengan sendirinya setelah perang. Ia bahkan menyebut cukup menyukai rezim terbaru yang dipimpin oleh Mojtaba Khamenei.

        "Bahkan, ini sudah merupakan pergantian rezim. Rezim pertama sudah pergi, rezim kedua juga sudah pergi. Ini adalah rezim ketiga, dan saya pikir rezim ini bertindak lebih masuk akal," ujar Trump.

        Pernyataan itu mengindikasikan bahwa sang presiden mulai menerima pemerintahan baru yang dipimpin oleh Mojtaba. Ia merupakan putra mendiang dari Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba diketahui mengambil alih kepemimpinan setelah sang ayah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, 28 Februari 2026.

        Trump menegaskan tujuan utama operasi militernya terhadap negara tersebut sejak awal bukanlah menggulingkan pemerintahan di Teheran. Ia menyebut sasaran utamanya adalah memastikan musuh tidak lagi memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir.

        "Ketika saya meluncurkan perang terhadap mereka, tujuan utama saya adalah mencegah mereka memperoleh senjata nuklir," tegas Trump.

        Selain itu, Trump kembali mengklaim pihaknya akan mengambil alih material nuklir yang tersisa dan masih dimiliki oleh Iran.

        Ia menyebut terdapat lebih dari 400 kilogram uranium yang telah diperkaya, yang disebutnya sebagai "debu nuklir" (nuclear dust) dan menegaskan material tersebut akan berada di bawah kendali dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: FIFA Hadapi Karma, Intervensi Presiden Amerika di Piala Dunia Mulai Ditiru Tim Lainnya

        Pernyataan Trump memperlihatkan perubahan pendekatan pemerintahannya terhadap Iran. Jika sebelumnya isu pergantian rezim kerap menjadi sorotan dalam hubungan kedua negara, kini pemerintah menegaskan fokus utamanya adalah memastikan musuh tidak lagi memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir, sementara pemerintahan baru di negara tersebut dinilai menunjukkan sikap yang lebih moderat dalam proses negosiasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: