Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gegara Kicauan Trump, Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan Amerika Serikat

        Gegara Kicauan Trump, Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran memperingatkan bahwa negosiasi lanjutan untuk perdamaian tergantung kepada sikap dari Amerika Serikat (AS). Jika Washington terus melontarkan ancaman, pihaknya tidak akan segan menghentikan upaya negosiasi di Timur Tengah.

        Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa salah satu poin dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua negara telah mengatur syarat dimulainya pembahasan mengenai kesepakatan final.

        Baca Juga: FIFA Hadapi Karma, Intervensi Presiden Amerika di Piala Dunia Mulai Ditiru Tim Lainnya

        "Negosiasi mengenai kesepakatan final tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut," ungkap Araghchi melalui unggahan di media sosial X, Selasa (7/7/2026).

        Ia menegaskan ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam butir ke-13 MoU yang disepakati kedua negara. Ia sendiri menyoroti meningkatnya kembali retorika keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

        Araghchi juga meminta politikus tersebut untuk mematuhi komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut.

        "Hormatilah tanda tangan Anda," tegasnya.

        Pernyataan itu muncul hanya sehari setelah adanya ancaman baru ari Donald Trump. Ia kembali mengancam akan melancarkan serangan apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan dengan Iran.

        Trump bahkan menyatakan pihaknya mampu menghancurkan jembatan, pembangkit listrik hingga fasilitas energi dari negara tersebut dalam waktu singkat jika mereka menolak mencapai kesepakatan.

        Araghchi di sisi lain menegaskan ancaman tersebut tidak akan memengaruhi sikap pemerintah maupun rakyat dari Iran.

        Menurutnya, jutaan warga telah turun ke jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang dari Eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal itu menurutnya menjadi bukti kuatnya persatuan nasional dari Iran.

        Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak gentar menghadapi berbagai ancaman dari luar negeri.

        Ketegangan Washington dan Teheran sendiri dengan ini kembali meningkat meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang menghentikan sementara konflik bersenjata dan membuka jalan menuju perundingan mengenai program nuklir dari Iran.

        Baca Juga: Pemakaman Ali Khamenei Memanas, Warga Iran Tuntut Amerika Diadili: Kami Ingin Kepala Trump

        Namun, pernyataan terbaru dari kedua belah pihak menunjukkan proses diplomasi masih dibayangi saling ancam, sehingga masa depan negosiasi menuju kesepakatan damai permanen kembali berada dalam ketidakpastian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: