Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Himbara Minta Tenor Dana SAL Diperpanjang, Begini Respons Purbaya

        Himbara Minta Tenor Dana SAL Diperpanjang, Begini Respons Purbaya Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan tidak akan mengabulkan permintaan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperpanjang tenor penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) hingga satu tahun.

        Menurut Purbaya, skema tenor yang diberikan dinilai memadai sehingga tidak ada alasan untuk menambah jangka waktu penempatan dana tersebut.

        “Kan sudah saya kasih. Yeee enak aja dia (mau tambah tenor),” kata Purbaya usai Raker Banggar kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). 

        Purbaya mengungkapkan, pemerintah mulai menyalurkan tambahan dana SAL ke Himbara. Total dana yang ditempatkan mencapai Rp400 triliun dan disalurkan secara bertahap.

        "Sudah kan 200 triliun, tambah 100 triliun, tambah 100 triliun," ungkap Purbaya mengonfirmasi dimulainya penyaluran dana tambahan tersebut.

        Terkait besaran dana yang diterima masing-masing bank anggota Himbara, Purbaya menyebut pembagiannya kemungkinan dilakukan secara proporsional sesuai skala masing-masing bank. Namun, ia mengaku tidak mengingat rincian nominal yang diterima setiap bank.

        " (Pembagiannya) Mungkin proporsional, tapi saya lupa,” ucapnya.

        Untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan kas negara, Purbaya membagi penempatan dana SAL sebesar Rp400 triliun ke dalam tiga kelompok. Sebanyak Rp200 triliun ditempatkan dengan tenor hingga akhir tahun anggaran, Rp100 triliun dievaluasi setiap tiga bulan, sementara Rp100 triliun sisanya menggunakan skema fleksibel yang dapat masuk maupun keluar sesuai kebutuhan likuiditas pemerintah.

        Baca Juga: Purbaya Kembalikan Dana SAL ke Himbara, BSI Siap Optimalkan Kredit

        Baca Juga: Purbaya Umumkan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85% PDB

        "Jadi yang 200 triliun sampai akhir tahun. Yang 100 triliun 3 bulan sekali dilihat. Yang 100 triliun keluar masuk atau fleksibel. Karena kan kita juga akan antisipasi kalau kita perlu dana kan," jelasnya.

        Purbaya memastikan, pengelolaan likuiditas tersebut dikoordinasikan dengan Bank Indonesia agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan. Apabila pemerintah menarik kembali dana yang ditempatkan di perbankan, bank sentral akan membantu menjaga kecukupan likuiditas di pasar.

        "Tapi nanti gini pelan-pelan BI juga akan mengisi Kalau dana kita tarik BI akan mengisi juga. Jadi pelan-pelan supply uang di sistem akan lebih stabil dibanding sebelumnya," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: