Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Melemah, 195 Saham Berada di Zona Merah

        IHSG Dibuka Melemah, 195 Saham Berada di Zona Merah Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ideks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG turun 25,758 poin atau 0,43% ke level 5.960,739.

        IHSG dibuka di level 5.984,182 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.984,473 sebelum terkoreksi hingga menyentuh level terendah 5.959,065 pada awal sesi perdagangan.

        Pada pembukaan perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp295,49 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 538,72 juta saham yang diperdagangkan dalam 76.634 kali transaksi. 

        Sebanyak 169 saham menguat, 195 saham melemah, dan 264 saham bergerak stagnan.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG telah berhasil rebound dan membentuk pola three advancing soldiers candlestick pattern dari “wave (b)”. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan, namun RSI berpotensi membentuk pola golden cross.

        "Walaupun IHSG berhasil rebound, investor asing masih cenderung selektif. Keberlanjutan pemulihan akan sangat bergantung pada apakah terjadi pembalikan menjadi net buy asing dalam beberapa hari ke depan," kata dia dalam analisanya.

        Nafan menuturkan, bursa saham global menutup pekan lalu dengan penguatan, sementara dolar AS cenderung melemah dan harga emas menguat. Lingkungan risk appetite yang lebih baik berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Asia pada awal pekan.

        Para pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai terapresiasi 0,18% di level Rp17.963 per dolar AS. Stabilitas rupiah akan menjadi kunci penahan foreign outflow.

        Baca Juga: IHSG Anjlok 34,74% Sejak Awal Tahun, Investor Baru Malah Bertambah 1,21 Juta dalam Sebulan

        Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,18% ke Level 5.926, Saham Naik Dominasi Perdagangan

        Mengingat rasio P/E IHSG saat ini berada di 9,35x, di mana secara historis level ini lebih rendah dibandingkan masa bottoming pandemi COVID-19 yang berada di 9,48x, menjadikan IHSG target yang sangat atraktif bagi investor institusi domestik untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue-chip.

        Di sisi lain, mulai hari Senin ini, pemerintah resmi membuka masa penawaran Obligasi Negara Ritel seri ORI030. Dengan tingkat BI Rate yang bertahan di level 5,75%, instrumen ini menawarkan kupon fixed rate yang diproyeksikan sangat kompetitif. "Kehadiran ORI030 berpotensi menyerap sebagian likuiditas dari investor ritel yang cenderung defensif di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: