Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        85 Fasilitas Amerika Diserang, Iran Tak Akan Biarkan Trump Ganggu Pemakaman Ali Khamenei

        85 Fasilitas Amerika Diserang, Iran Tak Akan Biarkan Trump Ganggu Pemakaman Ali Khamenei Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan berskala besar terhadap puluhan fasilitas militer dari Amerika Serikat (AS). Melalui operasi gabungan yang melibatkan rudal dan pesawat nirawak (drone), mereka menyebut sebanyak 85 lokasi yang berkaitan dengan kepentingan militer musuh menjadi sasaran serangan.

        Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan operasi tersebut merupakan respons awal atas serangan udara dari Amerika Serikat ke Iran. Selain itu, Teheran menuduh musuh berupaya mengganggu prosesi pemakaman dari Eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

        Baca Juga: Amerika Tak Gubris Protes Israel, Trump Siap Cabut Sanksi dan Buka Jalan Penjualan F-35 ke Turki

        IRGC mengatakan operasi dilakukan secara bersama-sama oleh pasukan angkatan laut dan angkatan udara dari Garda Revolusi.

        "Pasukan angkatan laut dan angkatan udara telah melaksanakan operasi gabungan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi di fasilitas militer penting milik Amerika Serikat," katanya, Rabu (8/7).

        Menurut Iran, dua target utama dalam operasi tersebut adalah markas dari Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. Kedua fasilitas itu selama ini menjadi bagian penting dari kehadiran militer dari Amerika di Timur Tengah.

        Iran menyebut serangan tersebut sebagai "respons awal" atas tindakan musuh yang dituding telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan Perjanjian Islamabad. Teheran menilai mereka lebih dahulu meningkatkan eskalasi melalui serangan udara terhadap pangkalan-pangkalan di wilayah pesisir serta sejumlah fasilitas nonmiliter di Provinsi Hormozgan dan Mahshahr.

        "Operasi ini merupakan respons awal terhadap pelanggaran gencatan senjata dan Perjanjian Islamabad oleh Amerika Serikat," tegas IRGC.

        Teheran, selain menyoroti aspek militer, juga mengaitkan serangan yang baru-baru ini diterimanya dengan berlangsungnya prosesi pemakaman dari Ali Khamenei. Menurut Iran, waktu pelaksanaan operasi militer tersebut bukan sebuah kebetulan, melainkan upaya untuk mengalihkan perhatian dunia dari momen yang disebut sebagai peristiwa bersejarah bagi bangsa Iran.

        Teheran dalam hal ini mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, ia sengaja meningkatkan tekanan militer ketika jutaan warga tengah memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka.

        "Serangan Amerika dikaitkan dengan prosesi pemakaman pemimpin kami dan merupakan upaya untuk menutupi peristiwa bersejarah tersebut," ujar IRGC.

        Pernyataan itu mempertegas sikapnya yang menolak segala bentuk tekanan maupun tindakan yang dinilai mengganggu jalannya prosesi nasional tersebut. Bagi Teheran, pemakaman mantan pemimpin tertingginya itu memiliki makna simbolis yang sangat besar sehingga tidak boleh dibayangi oleh operasi militer asing.

        Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari mengenai klaim serangan terhadap 85 fasilitas militer tersebut maupun tuduhan bahwa ada upaya mengganggu prosesi pemakaman Ali Khamenei dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Bukan Nasib Buruk, Ada Faktor Eksternal di Balik Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026

        Di tengah saling balas serangan antara kedua negara, situasi keamanan di kawasan terus menjadi perhatian dunia. Eskalasi yang semakin meningkat dikhawatirkan dapat memicu konflik yang lebih luas, terutama karena melibatkan sejumlah pangkalan militer di kawasan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan jalur perdagangan dan distribusi energi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: