Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Qatar Layangkan Protes Keras ke Iran usai Kapal Tanker LNG Diserang di Selat Hormuz

        Qatar Layangkan Protes Keras ke Iran usai Kapal Tanker LNG Diserang di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Qatar melayangkan protes keras kepada Iran setelah sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) miliknya menjadi sasaran serangan di dekat Selat Hormuz. Doha bahkan memanggil Wakil Duta Besar Iran, Mohsen Mohammad Qanei, untuk meminta penjelasan resmi terkait insiden tersebut.

        Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam pernyataan resminya yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (8/7/2026), mengungkapkan bahwa Direktur Departemen Protokol Ibrahim bin Yousuf Fakhro telah menyerahkan nota protes kepada perwakilan diplomatik Iran.

        Dalam nota tersebut, Qatar menyampaikan penolakan keras atas serangan yang menimpa kapal tanker miliknya.

        Pemerintah Qatar juga mendesak Teheran segera menghentikan segala tindakan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan serta membahayakan keamanan jalur pelayaran internasional.

        Selain itu, Doha meminta Iran segera memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut sekaligus mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

        Qatar turut menegaskan pihaknya berhak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional maupun aset strategis negara.

        Menanggapi protes tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah tuduhan yang dialamatkan kepada negaranya.

        "Kapal-kapal yang menggunakan rute tanpa koordinasi dengan otoritas Iran, telah mengekspose diri mereka pada risiko dan mengganggu upaya Republik Islam Iran untuk memfasilitasi lalu lintas yang aman di Selat Hormuz," tegas Baghaei.

        Kapal tanker Al-Rekayyat yang dikelola perusahaan transportasi gas Qatar, Nakilat, sebelumnya dilaporkan menjadi salah satu dari dua kapal komersial yang terkena serangan rudal di dekat Selat Hormuz pada Senin (6/7) malam.

        Meski tidak menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada kapal.

        Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebut rudal menghantam sisi lambung kiri kapal tepat di atas ruang mesin.

        "Kebakaran di ruang mesin dan penuh asap. Tidak dapat menilai kerusakan lebih lanjut. Seluruh awak kapal selamat dan berkumpul di sisi lambung kanan," demikian isi laporan WSJ.

        Menurut laporan tersebut, kapal tanker itu diserang saat berada di ujung Selat Hormuz, tepatnya di wilayah perairan Teluk Oman.

        Baca Juga: Demi Keuntungan, Iran Diam-diam Sengaja Pancing Kemarahan Trump: Mereka Sedang Memperolok Amerika

        Sementara itu, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, mengklaim kapal tanker Qatar menjadi sasaran setelah mengabaikan sejumlah peringatan dari pasukan Iran ketika melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat.

        Insiden penyerangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz itu kemudian memicu eskalasi konflik. Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap sedikitnya 80 target yang berkaitan dengan Iran sebagai respons atas aksi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: