Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Makin Memanas! Pasukan AS Gempur Iran Hari Kedua Berturut-turut, Selat Hormuz Terancam Ditutup Lagi

        Makin Memanas! Pasukan AS Gempur Iran Hari Kedua Berturut-turut, Selat Hormuz Terancam Ditutup Lagi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (8/7/2026).

        Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

        "AS meminta Iran bertanggung jawab atas agresi yang tak dapat dibenarkan baru-baru ini terhadap kapal komersial dan awak sipil yang sedang berlayar secara bebas di jalur perairan internasional yang vital," tulis CENTCOM melalui pernyataan resminya di platform X.

        Serangan tersebut terjadi setelah tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan menjadi sasaran serangan. Sebagai respons, Angkatan Laut AS mengerahkan lebih dari 20 kapal perang untuk meningkatkan patroli di kawasan tersebut.

        Operasi militer terbaru itu berlangsung tidak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan peringatan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.

        "Saya akan memberi sedikit peringatan: Malam ini kami akan menyerang mereka dengan keras," ujar Trump di hadapan para peserta KTT.

        Trump menambahkan bahwa dirinya tidak memperkirakan konflik tersebut akan berkembang menjadi perang berskala penuh.

        CENTCOM juga mengklaim telah menghantam lebih dari 80 target strategis di wilayah Iran dalam rangkaian serangan sejak Selasa (7/7/2026) malam hingga Rabu.

        Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Iran menyatakan angkatan bersenjatanya dalam kondisi siaga dan siap memberikan respons.

        Menurut laporan media pemerintah Iran, Press TV, Teheran memperingatkan akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan menutup Selat Hormuz apabila serangan terus berlanjut.

        Media tersebut juga melaporkan bahwa Iran mengklaim siap melancarkan serangan balasan terhadap sasaran milik AS dengan kekuatan yang lebih besar jika operasi militer Washington tidak dihentikan.

        Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Teluk memicu kekhawatiran internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: