Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Ngomongin Siapa?', Momen Prabowo Sebut Berdosa Pemimpin yang Berbohong pada Rakyat

        'Ngomongin Siapa?', Momen Prabowo Sebut Berdosa Pemimpin yang Berbohong pada Rakyat Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut berdosa bagi pemimpin yang membohongi rakyatnya.

        Ardianto mempertanyakan siapa yang dimaksud atau disindir Prabowo dalam pernyataan tersebut.

        "Ini ngomongin siapa???" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (10/7).

        Saat meluncurkan BBM baru B50 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemimpin yang berbohong dan mengkhianati rakyat akan menanggung dosa.

        "Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya, berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya, berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," jelas Prabowo.

        Mantan Menteri Pertahanan itu sebelumnya menyampaikan rasa syukur karena Indonesia telah mampu mencapai swasembada pangan.

        "Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun," ujar Prabowo.

        Namun, menurut Prabowo, masih ada pihak yang meremehkan capaian tersebut dan menuduh pemerintah berbohong.

        Baca Juga: Jokowi Diminta Akui Saja soal Ijazah Palsu dan Segera Mohon Ampun ke Prabowo

        "(Mereka) mengejek dan menuduh bahwa kita pemerintah berbohong kepada rakyat, bahwa kita belum swasembada pangan," ucapnya.

        Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berbohong kepada rakyatnya, sebab hal tersebut akan menjadi dosa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: