Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imbas Konflik Timur Tengah, Minat Masyarakat terhadap Asuransi Perjalanan Meningkat

        Imbas Konflik Timur Tengah, Minat Masyarakat terhadap Asuransi Perjalanan Meningkat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Meningkatnya risiko gangguan penerbangan akibat perubahan rute, penutupan wilayah udara, dan ketidakpastian jadwal membuat kebutuhan akan asuransi perjalanan semakin tinggi.

        Tidak hanya wisatawan, pelaku bisnis, pelajar, hingga jamaah umrah dan haji kini semakin menyadari pentingnya perlindungan perjalanan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat terjadi selama bepergian.

        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan domestik sepanjang Januari–September 2025 mencapai 901,9 juta perjalanan atau meningkat 18,99 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

        Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, pemahaman mengenai manfaat asuransi perjalanan dinilai masih perlu ditingkatkan. Banyak masyarakat baru menyadari pentingnya perlindungan tersebut setelah mengalami kendala saat bepergian.

        Beberapa manfaat utama asuransi perjalanan meliputi:

        • Kompensasi atas keterlambatan atau pembatalan penerbangan.
        • Penggantian biaya perawatan medis darurat di luar negeri.
        • Santunan atas kehilangan atau kerusakan bagasi.
        • Layanan evakuasi dan repatriasi darurat.

        Konflik Timur Tengah Berdampak pada Penerbangan Global

        Department Head of Marine & Aviation Indonesia Re, Renny Rahmadi P, mengatakan dampak konflik geopolitik tidak hanya dirasakan secara langsung di wilayah perang, tetapi juga memengaruhi operasional transportasi udara internasional.

        "Yang sangat penting diperhatikan justru risiko yang tidak secara langsung terdampak perang, karena dampaknya bisa lebih luas terhadap jalur transportasi, waktu tempuh, hingga kompleksitas operasional," ujar Renny dalam ReInpodcast Indonesia Re.

        Menurutnya, kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat transit penerbangan internasional. Penutupan sebagian wilayah udara memaksa maskapai mengalihkan rute penerbangan, sehingga meningkatkan potensi keterlambatan, pembatalan penerbangan, serta biaya operasional yang lebih tinggi.

        Pahami Klausul Polis Sebelum Berangkat

        Masyarakat juga diimbau membaca secara cermat isi polis sebelum membeli asuransi perjalanan. Pasalnya, sebagian besar produk asuransi memiliki klausul pengecualian terhadap risiko yang timbul akibat perang, konflik bersenjata, aksi terorisme, maupun kerusuhan sipil.

        Memahami cakupan perlindungan dan pengecualian polis menjadi langkah penting agar nasabah mengetahui hak dan manfaat yang dapat diperoleh saat terjadi gangguan perjalanan.

        Di balik perlindungan yang diberikan perusahaan asuransi kepada nasabah, terdapat dukungan perusahaan reasuransi yang membantu menjaga kapasitas industri dalam menghadapi klaim berskala besar.

        PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re sebagai perusahaan reasuransi nasional terus memperkuat kapasitas perusahaan asuransi domestik agar tetap mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

        Dengan dukungan reasuransi yang kuat, industri asuransi Indonesia diharapkan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai risiko perjalanan yang semakin kompleks akibat dinamika geopolitik dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: