Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok hingga 65 Persen usai Tiga Tuan Rumah Gugur, Penjualan Bir Justru Melonjak
Kredit Foto: FIFA
Babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena menarik di luar lapangan. Setelah Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sama-sama tersingkir, harga tiket pertandingan justru anjlok drastis hingga 65 persen karena turunnya permintaan penonton.
Penurunan harga paling tajam terjadi pada laga perempat final antara Spanyol melawan Belgia. Berdasarkan data TickPick, harga tiket termurah yang sebelumnya mencapai sekitar 3.200 dolar AS kini turun menjadi sekitar 1.100 dolar AS.
Penurunan tersebut terjadi karena sebelumnya banyak pihak memperkirakan Amerika Serikat bakal lolos hingga babak delapan besar. Ketika tim tuan rumah tersingkir usai kalah telak 1-4 dari Belgia, minat membeli tiket langsung merosot.
Hal serupa juga terjadi pada pertandingan Inggris kontra Norwegia. Harga tiket termurah yang semula mendekati 4.000 dolar AS kini turun menjadi sekitar 2.000 dolar AS setelah Meksiko gagal melangkah ke babak perempat final.
CEO TickPick Brett Goldberg menjelaskan bahwa harga tiket sebelumnya memang disusun berdasarkan asumsi dua tuan rumah utama tersebut masih bertahan di turnamen.
"Harga tiket babak perempat final sebelumnya ditetapkan dengan asumsi Amerika Serikat dan Meksiko akan lolos. Namun setelah keduanya tersingkir secara beruntun di babak 16 besar, permintaan tiket untuk pertandingan tersebut langsung turun drastis," ujar Goldberg.
Tidak hanya pasar tiket yang terdampak. Gugurnya tiga negara tuan rumah juga memengaruhi bisnis hiburan, terutama bar olahraga yang selama turnamen dipadati suporter lokal.
Tom's Watch Bar, jaringan bar olahraga dengan 18 cabang di Amerika Serikat, memperkirakan pendapatannya pada sisa pertandingan Piala Dunia akan turun hingga 50 persen dibanding ketika Amerika Serikat dan Meksiko masih bertanding.
Meski begitu, ada satu sektor yang justru menikmati berkah dari euforia Piala Dunia 2026, yakni industri bir. Data Beer Institute menunjukkan penjualan bir di bar dan restoran naik 6,4 persen dalam empat pekan terakhir.
Di kota-kota penyelenggara pertandingan, peningkatannya bahkan mencapai 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Massachusetts mencatat lonjakan penjualan tertinggi sebesar 23 persen, disusul wilayah metropolitan New York sebesar 19 persen dan California sebesar 14 persen.
Chief Economist Beer Institute Andrew Heritage menilai antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tetap tinggi meski negara tuan rumah sudah berguguran dari turnamen.
"Perjalanan tim Amerika Serikat memang membantu membangun antusiasme, tetapi data menunjukkan turnamen ini jauh lebih besar daripada satu tim saja. Kami memperkirakan momentum tersebut akan terus berlanjut hingga partai final karena para penggemar tetap memilih menikmati pertandingan sambil berbagi segelas bir," kata Heritage.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tersingkirnya tiga tuan rumah memang berdampak besar terhadap harga tiket dan sebagian sektor bisnis. Namun di sisi lain, gairah masyarakat menikmati Piala Dunia 2026 masih tetap terjaga hingga babak-babak penentuan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: