- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Libatkan 148 Ribu Pemasok BUMdes hingga KDMP, Kemenko Pangan Targetkan MBG Serap Komoditas Lokal
Kredit Foto: Dokumentasi Kemenko Pangan
Jaringan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional dilaporkan terus mengalami perluasan yang sangat masif. Hingga saat ini, proyek pemenuhan gizi tersebut tercatat telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam, tidak hanya beras. Untuk itu, Menko Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan seluruh bahan baku dapat dipenuhi secara mandiri dari hasil produksi lokal.
"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," jelas Zulhas saat memberikan sambutan dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, dikutip Senin (13/7/2026).
Integrasi usaha hulu ini dipaparkan langsung dalam forum rembuk interaktif bersama masyarakat sipil di Wonosobo, Minggu kemarin (12/7/2026). Zulhas menegaskan, kehadiran KDMP diposisikan sebagai wadah utama penampung hasil panen masyarakat.
“Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM,” jelas Zulhas.
Skema penyerapan terpadu ini dirancang murni untuk memotong ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah. Manfaat keuntungan komersial diharapkan dapat mengalir langsung ke kantong para produsen lapisan bawah.
“Sinergi antara MBG dan Koperasi Merah Putih akan memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang berkelanjutan bagi komoditas pangan lokal,” sambung Zulhas.
Baca Juga: Dikritik Libatkan TNI Bangun Kopdes, Zulhas: Justru Lebih Murah dan Hasilnya Lebih Bagus
Baca Juga: Zulhas Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung, Ternyata Bukan untuk Supermarket
Kemenko Pangan optimis penguatan ekosistem ini akan memperkokoh fundamental ekonomi mikro secara berkelanjutan. Distribusi logistik yang profesional menjadi kunci utama penjaga stabilitas harga pangan harian.
Pemerintah daerah diimbau untuk memfasilitasi kemudahan akses permodalan bagi jaringan koperasi yang baru terbentuk. Sinergi kemitraan ini diharapkan melahirkan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan menyejahterakan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra