Timnas Mesir Pulang Disambut Penghargaan Tertinggi oleh Presiden
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memberikan penghargaan tertinggi kepada tim nasional sepak bola Mesir beserta jajaran pelatih dan staf administrasi sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian bersejarah mereka di Piala Dunia FIFA 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara resmi di Kota New Alamein pada Sabtu (11/7). Selain para pemain dan staf, acara itu turut dihadiri Perdana Menteri Mostafa Madbouly, Menteri Pemuda dan Olahraga Gohar Nabil, serta Presiden Federasi Sepak Bola Mesir Hany Abu Rida. ([SIS][1])
Dalam kesempatan itu, Presiden Sisi menganugerahkan Merit Cup (Piala Jasa) beserta tanda kehormatan kepada para pemain, pelatih, dan staf administrasi sebagai penghargaan atas penampilan mereka sepanjang turnamen.
Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Mohamed El-Shennawy, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas performa teknis yang dinilai luar biasa, serta semangat juang, disiplin, dan kegigihan yang diperlihatkan Timnas Mesir selama berlaga di Piala Dunia 2026.
Presiden Sisi menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari sikap, dedikasi, dan penghormatan yang berhasil diraih dari masyarakat.
"Olahraga bukan hanya tentang menang atau kalah; yang lebih penting adalah timnas ini berhasil meraih respek dari masyarakat yang menghargai penampilan tim tersebut bahkan lebih daripada kemenangan itu sendiri," ujar Presiden Sisi.
Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola Mesir. Untuk pertama kalinya, The Pharaohs meraih kemenangan di putaran final Piala Dunia sekaligus berhasil menembus babak 16 besar, yang menjadi prestasi tertinggi negara tersebut di ajang tersebut.
Sebelum melangkah ke fase gugur, Mesir mencatat kemenangan perdana di Piala Dunia. Mereka kemudian memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Australia melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Perjalanan impresif Mesir berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Argentina pada laga babak 16 besar di Atlanta.
Mesir sempat unggul dua gol sebelum Argentina bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol kemenangan pada masa injury time. Meski gagal melaju ke perempat final, penampilan Mohamed Salah dan rekan-rekannya mendapat apresiasi luas dari masyarakat Mesir maupun komunitas sepak bola internasional.
Sepulang dari Amerika Serikat, skuad Timnas Mesir disambut ribuan pendukung di New Alamein sebelum akhirnya menerima penghargaan resmi dari Presiden Sisi.
Pemerintah Mesir menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak baru dalam sejarah sepak bola nasional sekaligus sumber kebanggaan bagi rakyat Mesir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: