- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Diterpa Tekanan Jual, Saham RANS Anjlok ke Rp204 di Tengah Penguatan Tajam IHSG
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (13/7/2026).
Namun, penguatan pasar tersebut belum mampu mengangkat kinerja saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) yang justru mengalami koreksi tajam.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 113,48 poin atau 1,92% ke level 6.037,84 pada penutupan perdagangan.
Di tengah penguatan IHSG, saham RANS justru menjadi salah satu emiten dengan tekanan jual terbesar. Saham perusahaan yang dikendalikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu ditutup melemah 10,53% ke level Rp204 per saham.
Meski terkoreksi, aktivitas perdagangan saham RANS tetap sangat tinggi. Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp820,6 miliar, menjadikannya salah satu saham teraktif pada perdagangan hari itu.
Pada awal perdagangan, saham RANS sempat melesat dan dibuka di level Rp280 per saham, bahkan menyentuh posisi tertinggi harian (intraday high) di Rp282 per saham.
Namun, arah pergerakan berubah setelah jeda sesi pertama. Tekanan jual semakin besar, sehingga harga saham terus melemah hingga sempat menyentuh level terendah harian di Rp200 per saham sebelum akhirnya ditutup di level Rp204 per saham.
Sepanjang perdagangan, sebanyak 3,4 miliar saham RANS berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 694,59 ribu kali, mencerminkan tingginya minat sekaligus volatilitas saham yang baru resmi melantai di BEI pada akhir pekan lalu.
Asal tahu saja, penguatan IHSG banyak dipengaruhi oleh pengumuman S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB/A-2 dengan prospek stabil.
Dalam laporannya, S&P menilai tekanan terhadap kondisi fiskal dan sektor eksternal Indonesia saat ini masih bersifat sementara dan diperkirakan akan membaik seiring kenaikan harga komoditas serta kebijakan pemerintah yang lebih konsisten.
"Outlook stabil mencerminkan ekspektasi kami bahwa memburuknya metrik fiskal dan eksternal bersifat sementara dan akan berbalik seiring harga komoditas yang lebih tinggi dan laju perubahan kebijakan yang lebih stabil," tulis S&P dalam laporannya.
Baca Juga: IPO RANS Dianggap Tak Penuhi Aturan Free Float Baru, BEI Pasang Badan
Baca Juga: Raffi Ahmad Resmi Bawa RANS IPO, Incar Dana Rp429 Miliar
Selama satu hari perdagangan, aktivitas ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp11,84 triliun dan volume perdagangan sebanyak 26,16 miliar saham.
Dari seluruh sektor, sembilan indeks sektoral mencatatkan penguatan dan menjadi penopang kenaikan IHSG. Sementara itu, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah.
Secara keseluruhan, terdapat 377 saham menguat, 250 saham melemah, dan 167 saham ditutup tidak berubah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: