Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        JELI Bidik Pertumbuhan Pendapatan 26%, Siapkan Dividen hingga 30%

        JELI Bidik Pertumbuhan Pendapatan 26%, Siapkan Dividen hingga 30% Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO, mengalami koreksi pada perdagangan Senin (13/7). Pada sesi pembukaan, saham JELI turun 14,72% ke level Rp1.275 per saham setelah sebelumnya mencatatkan penguatan signifikan dengan menyentuh Auto Reject Atas selama tiga hari berturut-turut sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.

        Meski mengalami koreksi, harga saham JELI masih berada di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp900 per saham. Pergerakan tersebut mencerminkan dinamika perdagangan yang wajar setelah reli kuat dalam beberapa hari pertama pencatatan saham.

        Di tengah volatilitas pasar, Perseroan tetap berfokus pada penguatan fundamental dan pelaksanaan strategi pertumbuhan jangka panjang. Salah satu komitmen yang telah disampaikan dalam Prospektus Penawaran Umum Perdana Saham adalah rencana pembagian dividen tunai mulai dari laba tahun buku 2026, dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan, kebutuhan ekspansi usaha, serta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

        Berdasarkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp39,03 miliar, Perseroan membukukan EPS sebesar Rp30,83 per saham. Dengan asumsi kebijakan pembagian dividen sebesar 30% dari laba bersih, potensi dividen yang dapat dibagikan mencapai sekitar Rp9,25 per saham, atau setara dengan dividend yield sekitar 0,73% pada harga saham JELI saat ini di level Rp1.275. Pada level harga tersebut, saham JELI diperdagangkan pada Price to Earnings Ratio sekitar 41,4 kali.

        Sejalan dengan strategi ekspansi yang telah disiapkan, JELI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 26% pada tahun 2026 melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk baru. Dengan asumsi pertumbuhan laba sejalan dengan target tersebut, laba bersih Perseroan berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp49,17 miliar dengan EPS sekitar Rp38,84 per saham.

        Pada harga saham saat ini, valuasi Perseroan akan berada pada kisaran PER sekitar 32,8 kali. Apabila Perseroan mempertahankan kebijakan pembagian dividen hingga 30%, maka potensi dividen dapat meningkat menjadi sekitar Rp11,66 per saham, atau setara dengan dividend yield sekitar 0,91%.

        Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi Lukman, mengatakan bahwa kepercayaan investor yang tercermin dari pergerakan saham Perseroan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan menciptakan nilai jangka panjang

        "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para investor. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi Perseroan untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, memperkuat kinerja, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. Komitmen kami untuk membagikan dividen hingga 30% dari laba bersih merupakan bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan peningkatan imbal hasil bagi investor," ujar Adhi Lukman

        Baca Juga: JELI dan JECX Mentok ARA, Bid Jutaan Lot Mengular

        Baca Juga: Diminati 606 Ribu Investor, IPO JELI Alami Kelebihan Permintaan 273 Kali

        Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, meningkatkan fasilitas logistik dan pergudangan, melunasi sebagian pinjaman bank, serta mendukung kebutuhan modal kerja. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri makanan dan minuman nasional maupun pasar ekspor.

        Dengan kinerja saham yang terus mendapat apresiasi pasar serta strategi ekspansi yang jelas, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemegang saham

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: