Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Hentikan Agresi

        IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Hentikan Agresi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat menghentikan tindakan yang disebut sebagai agresi terhadap Iran. IRGC juga memperingatkan bahwa jalur ekspor minyak dan gas lain di kawasan berpotensi menjadi sasaran berikutnya.

        Pernyataan itu disampaikan di tengah perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Konflik tersebut telah mengganggu arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama ekspor minyak dan gas dunia.

        IRGC menyebut pihaknya telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas operasi militer Washington di wilayah Iran.

        "Musuh harus tahu bahwa sekarang setelah kapal-kapal perampok maritimnya memblokir rute Samudra Hindia untuk ekspor minyak dan gas ke dunia -- sehingga membahayakan kepentingan saingan ekonomi Amerika -- mereka juga harus mengharapkan penutupan rute ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya," demikian pernyataan IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, Rabu (15/7/2026).

        IRGC tidak menjelaskan jalur ekspor energi lain yang dimaksud. Namun, mereka menegaskan bahwa distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk tidak akan berjalan normal selama konflik masih berlangsung.

        "Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan tersedia untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," tegas IRGC.

        Dalam pernyataan terpisah, Garda Revolusi Iran kembali menegaskan operasi balasan terhadap Amerika Serikat akan terus berlanjut.

        "Operasi pembalasan para pejuang akan terus berlanjut, dan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Amerika Serikat mengakhiri tindakan agresinya."

        Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menolak klaim Iran yang menyebut Teheran memiliki kendali atas navigasi di Selat Hormuz. Washington menegaskan jalur pelayaran internasional tersebut tetap terbuka.

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan tidak ada negara yang berhak mengenakan biaya atau tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan setelah ia membatalkan rencana penerapan tarif 20 persen terhadap seluruh muatan kargo yang melintasi jalur tersebut.

        "Kami ingin mereka melakukan investasi besar-besaran di Amerika Serikat, bukannya memungut biaya. Dan saya sebenarnya menyukai hal tersebut, karena menurut saya, tidak seharusnya ada pihak yang memungut biaya untuk selat tersebut atau selat lainnya di mana pun yang melibatkan belahan dunia lainnya," kata Trump saat bertemu Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih.

        Baca Juga: Terus Diserang Amerika, Iran Ancam Tak Biarkan Setetes Pun Minyak Lewati Selat Hormuz

        Trump mengaku telah berbicara dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Menurutnya, negara-negara Teluk lebih memilih meningkatkan investasi di Amerika Serikat dibanding memperoleh pendapatan dari biaya transit.

        "Saya telah berbicara dengan mereka semua, dan mereka sangat ingin menginvestasikan lebih banyak modal di Amerika Serikat dalam jumlah yang memecahkan rekor, dan hal itu tentu sangat disambut baik. Dengan cara ini, tidak ada biaya tambahan. Saya tidak menyukai konsep adanya biaya semacam itu," ujar Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: