Kredit Foto: Istimewa
Rismon Hasiholan Sianipar menanggapi kabar retaknya hubungan antara Roy Suryo dan tim kuasa hukumnya yang dipimpin Ahmad Khozinudin. Menurut Rismon, perpecahan tersebut bukanlah hal yang mengejutkan karena telah ia prediksi sejak lama.
Dalam tayangan di kanal YouTube Balige Academy, Rismon bahkan menyindir pihak-pihak yang sebelumnya melabelinya sebagai pengkhianat. Ia menilai konflik yang kini mencuat justru menunjukkan bahwa persoalan berada di internal kelompok Roy Suryo.
"Mereka melabel saya pengkhianat termasuk Roy Suryo dan Tifa, padahal mereka sendiri hancur-hancuran di dalamnya," ujar Rismon.
Rismon mengaku tidak terkejut dengan berakhirnya kerja sama Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin beserta timnya. Menurutnya, tanda-tanda keretakan hubungan tersebut sudah terlihat jauh sebelum kabar itu mencuat ke publik.
"Ini sudah kita prediksi pecah kongsi ini jauh sebelumnya sudah saya katakan," ucapnya.
Di awal pernyataannya, Rismon juga menyampaikan sindiran terhadap situasi yang sedang terjadi.
"Kacau, kacau, kacau mania, kacau, kacau, kacau mania," katanya.
Rismon kemudian menyinggung informasi mengenai berakhirnya kerja sama Roy Suryo dengan Ahmad Khozinudin. Ia menyebut tim kuasa hukum tersebut tidak lagi mewakili maupun menggunakan nama Roy Suryo dalam berbagai kesempatan.
"Roy Suryo memecat tim dari Khozinudin dan kawan-kawan. Khozinudin tidak lagi berhak menggunakan nama Roy Suryo baik di dalam siaran televisi, podcast maupun lainnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Rismon mengaitkan perpecahan tersebut dengan dinamika yang terjadi di kelompok yang selama ini aktif mengangkat isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Disebut Korbankan dr. Tifa, Roy Suryo Jawab Politikus PSI
Ia menyinggung keluarnya sejumlah tokoh dari kelompok tersebut, mulai dari Dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), Abraham Samad, hingga pengacara Abdullah Alkatiri. Menurutnya, rangkaian peristiwa itu menjadi pertanda bahwa hubungan di internal kelompok tersebut memang telah mengalami keretakan.
Di akhir pernyataannya, Rismon juga menilai polemik dugaan ijazah Jokowi yang selama ini disuarakan Roy Suryo kini tidak lagi menjadi perhatian publik sebesar sebelumnya. Menurut dia, perhatian masyarakat mulai bergeser seiring munculnya konflik internal di antara pihak-pihak yang mengangkat isu tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: