Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gelombang Panas Makan Korban Lagi, 2 Minggu Sudah 900 Kematian

        Gelombang Panas Makan Korban Lagi, 2 Minggu Sudah 900 Kematian Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) Belanda melaporkan lonjakan angka kematian yang signifikan selama gelombang panas baru-baru ini. Sebanyak 911 kematian berlebih (excess death) tercatat di negara tersebut dalam kurun waktu dua minggu.

        Berdasarkan data RIVM yang dirilis pada Rabu (15/7), lonjakan kematian ini terjadi antara 22 Juni hingga 5 Juli. Angka tersebut dihitung berdasarkan perbandingan dengan perkiraan angka kematian normal pada periode yang sama.

        Lonjakan kasus kematian terbesar berpusat di wilayah selatan dan timur Belanda, yang mencatat 576 kematian berlebih. Wilayah-wilayah ini memang dilaporkan mengalami paparan suhu tertinggi selama gelombang panas berlangsung.

        Dari total angka kematian berlebih nasional, kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan. RIVM mencatat sebanyak 547 kematian terjadi pada kelompok usia 80 tahun ke atas, menjadikannya kelompok umur dengan peningkatan angka kematian tertinggi.

        "Penyebab pasti kematian belum diketahui, namun besar kemungkinan cuaca panas turut berperan. Penting untuk tetap waspada terkait dampak cuaca panas bagi kesehatan," tulis RIVM dalam pernyataan resminya.

        Selain faktor suhu ekstrem, RIVM menyoroti bahwa kadar polusi udara yang meningkat selama gelombang panas turut memperburuk kondisi lingkungan. Kombinasi udara panas dan polusi ini memberikan beban kesehatan tambahan, khususnya bagi orang dewasa tua dan penderita penyakit kronis.

        Data pendukung dari Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) menunjukkan bahwa suhu udara di Belanda melonjak tajam antara 22 hingga 28 Juni. Suhu tertinggi yang tercatat selama periode ekstrem tersebut bahkan menembus angka 39,4 derajat Celsius.

        Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk terus menjaga hidrasi dan mengurangi aktivitas luar ruangan bagi kelompok yang rentan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: