Rasa Group Perluas Ekspansi Global, Bidik Pasar Timur Tengah hingga Amerika Serikat
Kredit Foto: Rasa Group
PT Multi Citra Rasa (Rasa Group) terus memperluas ekspansi bisnisnya ke pasar internasional. Setelah memperkuat penetrasi di kawasan Asia Tenggara, perusahaan kini membidik pasar Timur Tengah, Australia, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat melalui penguatan merek dan inovasi di sektor makanan dan minuman (F&B).
CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, mengatakan strategi ekspansi perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun eksistensi merek Indonesia di pasar global.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah peluncuran House of Rasa sebagai pusat inovasi dan kolaborasi industri F&B untuk mitra internasional.
"Dengan dibukanya Flagship House of Rasa ini mengizinkan kami membuka pintu ke internasional lainnya seperti Middle East, USA market, Australia market, Korea, Jepang, dan lain-lain," ujar Sherly di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tanggerang, Kamis (16/7/2026).
Sebelum membidik pasar yang lebih luas, Rasa Group telah memperkuat jaringan ekspornya di Asia Tenggara sejak 2024. Produk perusahaan kini telah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Malaysia.
Sherley menegaskan pendekatan yang diterapkan perusahaan berbeda dengan eksportir pada umumnya. Menurutnya, Rasa Group lebih mengedepankan pengembangan merek Indonesia dibanding hanya menjual komoditas.
"Yang Rasa Group lakukan kami bukan mengekspor komoditi, yang kami lakukan adalah kami mengekspor brand," ucapnya.
Salah satu produk unggulan perusahaan, yakni sirup bermerek Dripp, telah dipasarkan secara rutin ke Thailand dan Filipina dengan volume pengiriman mencapai belasan kontainer setiap bulan di masing-masing negara.
Selain itu, produk kopi Rasa Group juga telah menembus pasar China. Pada peluncuran House of Rasa, lini produk kopi tersebut kembali diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung ekspansi internasional.
Baca Juga: Sakha Coffee Buktikan Kopi Origin Indonesia Mampu Bersaing Lewat Inovasi Digital
Baca Juga: Target Ekspor Kopi RI Rp100 Triliun, Mentan Amran Gempur Perbenihan di Bener Meriah Aceh
Meski agresif mengembangkan pasar luar negeri, Sherley menegaskan Indonesia tetap menjadi fokus utama perusahaan. Namun, prospek pertumbuhan industri F&B di kawasan Asia Tenggara dinilai masih sangat besar sehingga menjadi peluang yang terus dimanfaatkan.
Growth industri F&B ini kami lihat masih akan terus terjadi di negara South East Asia lainnya," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: