DPR Panik, Rupiah hingga Ekonomi Indonesia Kena Dampak MBG: Ini Bukan Sekadar Pemborosan Uang Negara
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Charles Honoris mendorong adanya evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut perlu dievaluasi bukan hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dampaknya terhadap kondisi ekonomi dari Indonesia.
CharlesĀ menyebut persoalan yang muncul dari program tersebut tidak berhenti pada penggunaan anggaran negara, melainkan berpotensi memengaruhi kepercayaan pasar hingga daya beli masyarakat.
Baca Juga: IKN Pamer Sudah Miliki Pusat Finansial usai Tak Dipilih Prabowo Jadi Lokasi PFII: Ada 6 Bank di Sana
"Yang paling mengerikan, dampaknya. Ini bukan hanya soal pemborosan uang negara, tetapi dampaknya ke mana-mana ke ekonomi kita," kata Charles, dikutip Jumat (17/7/2026).
Dalam paparannya, ia menyinggung sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya patut menjadi perhatian, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar, kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pergerakan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Kalau kita lihat hari ini, dengan intervensi yang sudah gila-gilaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, kurs rupiah terhadap dolar masih berkisar di Rp18.000, bahkan Rp18.100," ungkapnya.
Charles juga mengatakan pasar saham mengalami penurunan signifikan dalam satu tahun terakhir sehingga berdampak terhadap persepsi pelaku pasar.
"IHSG kita sudah turun hampir 40 persen dalam 1 tahun, hampir kembali ke posisi 10 tahun yang lalu, sehingga dampaknya ini ke mana-mana. Trust dari market juga sudah sangat turun, sangat drop terhadap perekonomian kita," tegasnya.
Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, masyarakat akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya melalui kenaikan harga barang akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
"Dan yang paling akan merasa dampaknya nanti adalah rakyat. Ketika dolar naik, harga bahan baku dan bahan pokok juga pasti naik, sehingga harus ada reformulasi desain," kata Charles.
Selain menyoroti dampak ekonomi, ia kembali menegaskan perlunya pemerintah melakukan reformulasi terhadap desain Program MBG. Menurutnya, hal tersebut diperlukan agar program terkait lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara.
Ia juga mendukung pembentukan Panitia Kerja (Panja) Tata Kelola Program MBG. Menurutnya, panitia itu perlu hadir untuk menyusun roadmap baru yang diharapkan mampu memperbaiki sistem pelaksanaan program ke depan.
Baca Juga: Dies Natalis UGM: Anies dan Ganjar Rutin Hadir, Jokowi Tak Pernah Terlihat Ikut Acara
Pernyataan Charles merupakan pandangan yang disampaikannya dalam forum dewan sebagai bagian dari evaluasi terhadap Program MBG. Program tersebut sendiri masih terus berjalan dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar