Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IKN Pamer Sudah Miliki Pusat Finansial usai Tak Dipilih Prabowo Jadi Lokasi PFII: Ada 6 Bank di Sana

IKN Pamer Sudah Miliki Pusat Finansial usai Tak Dipilih Prabowo Jadi Lokasi PFII: Ada 6 Bank di Sana Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan kawasan ibu kota baru tetap memiliki pusat keuangan sendiri meski tak menjadi lokasi pembangunan dari Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). 

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono menyebut keputusan mengenai lokasi proyek tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, ia enggan mengomentari lebih jauh alasan yang mendasari kebijakan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Mengaku Sudah Tak Sabar Hadiri Sidang Kasus Ijazah, Siap Bawa Teman Kuliah di UGM

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya sejatinya telah menyiapkan kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas sektor keuangan. Menurutnya, pembangunan kawasan financial center di kotanya tetap berjalan dan mulai menarik kehadiran sejumlah perbankan nasional.

"Oh sudah, sudah ada kawasannya. Yang sementara ini kan Himbara, himbara kan sudah ada di sana 6 bank yang mau mulai bangun juga tahun ini. BTN, BNI, BRI, BCA, Mandiri dan Kaltimtara," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan sektor jasa keuangan di kota tersebut tetap berlanjut meskipun pemerintah tidak menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi PFII.

Diketahui, Nusantara Financial Center akan dibangun di wilayah pengembangan kedua kota tersebut yang memiliki luas sekitar 252.000 hektare. Distrik keuangan itu sendiri dirancang menempati lahan sekitar 260 hektare dan menjadi bagian dari kawasan pusat bisnis serta keuangan seluas sekitar 3.000 hektare.

Sebelumnya, Basuki juga pernah menjelaskan konsep kawasan tersebut akan dikembangkan menyerupai Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta. Ia akan menghadirkan pusat aktivitas bisnis, perbankan dan layanan keuangan modern di ibu kota baru.

Keberadaan kawasan ini menjadi salah satu proyek strategis untuk mendukung ekosistem ekonomi kota tersebut dalam jangka panjang, terlepas dari keputusan pemerintah mengenai lokasi PFII.

Adapun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pusat finansional nasional kemungkinan besar tidak akan dibangun di IKN. Menurutnya, Nusantara saat ini masih belum cukup ramai untuk mendukung operasional sebuah pusat keuangan internasional.

Baca Juga: Amerika Ogah Kirim Pasukan Darat ke Iran, Wakilnya Trump: Bukan Urusan Kami Lagi

"Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN," ujar Purbaya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar