MBG Celetukannya Sekarang 'Bukan Makanan Buat Anak-anak, tapi Buat Peternak' di Medsos, Kata DPR
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan dalam pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Hal ini menyusul kritik soal efektivitas penyaluran makanan dari program tersebut kepada para penerima manfaat.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai pelaksanaan program perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia mengungkapkan salah satu kritik yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai banyaknya makanan yang tidak dikonsumsi di sekolah.
Baca Juga: DPR Panik, Rupiah hingga Ekonomi Indonesia Kena Dampak MBG: Ini Bukan Sekadar Pemborosan Uang Negara
Menurutnya, banyak makanan dari program itu jadi terbuang sia-sia dan hanya berakhir jadi pakan ternak. Kondisi tersebut menunjukkan sasaran program perlu ditinjau kembali agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.
"Dengan jumlah dapur yang sebanyak ini, yang tidak membutuhkan pun dikasih. Sampai di sekolah-sekolah, tumpukan ompreng dengan sisa makanan itu masih banyak sekali. Celetukannya sekarang kalau di media sosial nih, 'bukan makanan buat anak-anak tapi buat peternak,' katanya," ujar Charles, dikutip Jumat (17/7).
Charles menjelaskan bahwa tujuan awal program makan bergizi gratis adalah meningkatkan status gizi anak serta menekan angka stunting. Karena itu, ia menilai cakupan penerima manfaat saat ini terlalu luas sehingga efektivitas program menjadi berkurang.
Ia mengusulkan agar pemerintah memfokuskan penerima manfaat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti anak-anak dengan gizi buruk, anak berisiko stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui.
"Jadi, kita harus definisi dan reformulasi ulang berapa sih sebetulnya jumlah penerima manfaat yang layak diberi program MBG. Bukan 82 juta anak, tetapi spesifik ke anak-anak dengan gizi buruk," tegasnya.
Selain mempersempit sasaran, Charles juga meminta mitra hingga masyarakat menyusun kajian mengenai jumlah penerima manfaat yang ideal beserta kebutuhan anggaran apabila program difokuskan kepada kelompok prioritas.
Menurutnya, hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar bagi dewan dan pemerintah untuk menyusun desain baru program makan bergizi gratis yang lebih efektif, efisien dan tepat sasaran.
Baca Juga: Usai Ijazah, Giliran Keaslian Almamater Jokowi Dipertanyakan: Dia Tak Pernah Diundang oleh UGM
Usulan reformulasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi dewan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia hingga kini masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar