Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam untuk Pulihkan Distribusi BBM Sumut

        Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam untuk Pulihkan Distribusi BBM Sumut Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam di Sumatera Utara guna mempercepat normalisasi distribusi BBM. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat operasional terminal, menambah armada mobil tangki, serta meningkatkan personel distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan energi kepada masyarakat.

        Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo mengatakan operasional Integrated Terminal Medan Group dijalankan selama 24 jam. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Pematang SiantarFuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe yang turut beroperasi tanpa henti guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU di wilayah Sumatera Utara.

        Menurut Hari, optimalisasi distribusi juga dilakukan di tingkat hilir dengan mengoperasikan sejumlah SPBU di wilayah terdampak di Kota Medan selama 24 jam agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM.

        “Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU,” ujar Hari.

        Selain penambahan armada, Pertamina Patra Niaga memperkuat jumlah Awak Mobil Tangki (AMT) melalui Elnusa Petrofin selaku mitra transportasi. Penguatan personel dilakukan melalui kerja sama dengan Bekang TNI untuk mendukung kelancaran operasional distribusi BBM.

        Hari mengatakan perusahaan memastikan seluruh infrastruktur distribusi di Sumatera Utara bekerja secara optimal untuk mempercepat pemulihan pasokan.

        “Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

        Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga membantah adanya aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki (AMT) yang disebut mengganggu distribusi BBM. Perusahaan menegaskan seluruh proses operasional distribusi tetap berjalan sesuai standar yang berlaku.

        “Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Hari.

        Baca Juga: Bobby Nasution Sebut Sopir Tangki Diberhentikan Massal, Pertamina Bantah PHK dan Mogok

        Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Tangki Pelanggar Aturan Demi Keandalan BBM

        Dalam upaya mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, mitra transportasi, serta pemangku kepentingan lainnya.

        Perusahaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina agar distribusi dapat berlangsung secara optimal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: