Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Airlangga: Pemerintah Siapkan Roadmap AI

        Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Airlangga: Pemerintah Siapkan Roadmap AI Kredit Foto: YouTube Kemenko Perekonomian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia telah menandatangani Agreement on the Establishment of WAICO dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China.

        Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar pada 13 Juli 2026.

        "Penandatanganan Agreement on the Establishment of WAICO ini dilaksanakan dalam rangka World Artificial Intelligence Conference di Shanghai dan ini merupakan momentum bersejarah," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (17/7/2026).

        Airlangga mengatakan pembentukan WAICO juga sejalan dengan pandangan Presiden China Xi Jinping yang menekankan bahwa pengembangan AI tidak boleh didominasi satu negara, melainkan harus menjadi hasil kolaborasi internasional.

        Menurutnya, pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan penguasaan teknologi, termasuk AI, sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing nasional.

        "Indonesia sedang disiapkan juga roadmap untuk pengembangan daripada artificial intelligence," tambahnya.

        Selain itu, status sebagai anggota pendiri memberikan peluang bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam penyusunan kebijakan, pengembangan tata kelola AI global, hingga pembentukan kelembagaan WAICO. Pemerintah menilai posisi tersebut penting untuk memastikan pengembangan AI selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

        Airlangga juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. Ia memperkirakan nilai ekonomi digital nasional mencapai sekitar US$130 miliar pada tahun ini dan berpotensi meningkat menjadi US$366 miliar pada 2030.

        Potensi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pembahasan Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di ASEAN yang ditargetkan dapat ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini. 

        Baca Juga: Airlangga Bakal Lapor Prabowo soal Usulan Harga Khusus BBM untuk Nelayan

        Baca Juga: Airlangga Buka-bukaan Soal Kondisi Ekonomi RI Saat Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

        Melalui kerja sama tersebut, ekonomi digital ASEAN diproyeksikan meningkat dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun, sementara potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bertambah dari sekitar US$400 miliar menjadi US$600 miliar.

        "Jadi ini sebetulnya bukan sesuatu yang baru, tetapi bagi Indonesia ini sudah berproses dan di Indonesia sendiri sudah diluncurkan Industri 4.0 di tahun 2018, di mana salah satu komponennya adalah mengenai artificial intelligence," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: